BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kapuas mengambil langkah proaktif dengan melakukan sosialisasi penyusunan peta potensi investasi di Kecamatan Timpah.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempertegas komitmen pemerintah dalam mengembangkan sektor ekonomi lokal dan menarik investasi ke daerah tersebut.
DPMPTSP Kabupaten Kapuas juga melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung usaha ketahanan pangan yang sedang berkembang di Desa Timpah.
Salah satunya adalah kunjungan ke Kelompok Kapakat Maju, yang dikenal dengan produksi madu kalulut. Kunjungan ini tidak hanya bertujuan untuk mengapresiasi upaya dalam meningkatkan ketahanan pangan lokal, tetapi juga untuk memberikan dukungan dalam hal pengembangan usaha dan pemasaran.
Kepala DPMPTSP Kapuas, Pangeran S Pabdiangan melalui Kepala Bidang Perencanaan Pengembangan Iklim Penanaman Modal Muhammad Akram menyampaikan bahwa kegiatan itu merupakan bagian dari strategi untuk mengidentifikasi potensi ekonomi daerah dan memastikan bahwa potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
--page
“Kami ingin memastikan bahwa setiap potensi investasi di Kecamatan Timpah terdokumentasi dengan baik melalui penyusunan peta potensi investasi ini. Dengan demikian, kami dapat memberikan panduan yang jelas bagi calon investor untuk berinvestasi di sektor-sektor yang memiliki potensi besar di wilayah ini,” katanya, Senin, 8 Juli 2024.
Dirinya juga menyampaikan apresiasi atas upaya kelompok ini dalam memanfaatkan sumber daya lokal untuk mengembangkan usaha madu kalulut.
“Usaha seperti ini tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat lokal tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mencapai ketahanan pangan di tingkat desa,” ujarnya.
Kunjungan ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang untuk pengembangan sektor pertanian dan pangan lokal di Kapuas.
Dengan adanya langkah-langkah ini, DPMPTSP Kabupaten Kapuas menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan potensi investasi dan penguatan sektor ketahanan pangan di Kabupaten Kapuas. (DODI/H)









