PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan ada 6 faktor yang memberi pengaruh terhadap tingkat kemiskinan selama periode Maret 2023 hingga Maret 2024 di Kalteng.

"Ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan terjadi banjir di beberapa wilayah di Kalimantan Tengah pada bulan Februari 2024 hingga Maret 2024," kata Agnes pada Selasa, 9 Juni 2024.

Kedua, ialah Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja atau TPAK pada Februari 2024 sebesar 67,83 persen yang mengalami penurunan sebesar 0,93 persen dibanding 2023.

"Ketiga, Pekerja Setengah Menganggur itu meningkat. Meskipun Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT turun, tetapi pekerja setengah penganggur meningkat 2,93 persen poin pada Februari 2024," terang Agnes lagi.

Keempat, terjadinya inflasi pada bulan Maret 2024 YoY sebesar 2,72 persen, sementara itu Ekonomi di Kalimantan Tengah Triwulan 1 2024 tumbuh sebesar 5,01 persen YoY juga memberikan pengaruh.

"Kelima, penyaluran bantuan sosial mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Ini sangat berpengaruh. Penyaluran bansos Program Keluarga Harapan atau PKH tahap I tahun 2024 itu mencapai 94,78 persen. Sementara penyaluran bansos sembako mencapai 93,45 persen," jelas Agnes lagi.

--page

Terakhir, tuturnya, pada Maret Puncak Panen padi di Kalteng belum terjadi di Bulan Maret 2024 dikarenakan tingginya intensitas hujan yang disertai angin kencang.(TESTI PRISCILLA/R)