BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Eddy Abdurachman mengatakan bahwa biodiesel sangat bermanfaat untuk sektor ekonomi.
"Hal ini terbukti pada tahun 2023, pemanfaatan biodiesel Indonesia sebesar 54,42 juta KL sehingga berhasil menurunkan impor solar dan menghemat devisa sebesar Rp404,32 triliun," kata Eddy dalam keterangan resminya pada Selasa, 9 Juli 2024.
Di sisi lain, lanjutnya, produksi biodiesel ini juga menyumbang nilai tambah CPO dalam negeri sebesar Rp79,1 Triliun.
"Selain itu, juga menambah pendapatan negara melalui pajak sebesar Rp14,83 Triliun," tuturnya.
Selanjutnya, kata Eddy, dengan adanya pengolahan biodiesel, Indonesia telah menyerap 6,8 juta pekerja pada lahan perkebunan serta 51.428 pekerja pada industri.
--page
"Dari sisi lingkungan, biodiesel juga bisa meningkatkan kualitas lingkungan lantaran sifatnya yang mudah terurai atau degradable. Emisi yang dikeluarkan oleh biodiesel pun lebih rendah daripada emisi hasil pembakaran bahan bakar fosil," jelasnya lagi.
Hal tersebut diungkapkan oleh PT Lemigas dan BPDPKS dalam Laporan Kajian dan Uji Pemanfaatan Biodiesel 30 persen atau B30 pada tahun 2021 silam. Dalam laporan tersebut, kendaraan berbahan bakar B30 menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih rendah daripada kendaraan yang menggunakan 100 persen solar. (TESTI PRISCILLA/H)









