BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Eddy Abdurachman menuturkan bahwa biodiesel di Indonesia tidak hanya digunakan untuk sektor transportasi saja.
"Penggunaannya hampir di semua mesin diesel seperti sektor alat dan mesin pertanian, kereta api, kapal laut serta alat dan mesin pertambangan," kata Eddy dalam keterangan resminya pada Selasa, 9 Juli 2024.
Dalam praktiknya, kata Eddy, biodiesel dicampurkan pada tangki milik Pertamina lantas didistribusikan ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU di Indonesia.
"Dengan kata lain, masyarakat sudah menerima manfaat biodiesel melalui kendaraan yang dikendarai sehari-hari. Dari transportasi, hingga alat dan mesin yang digunakan oleh para petani," bebernya.
Fakta menarik lainnya adalah, lanjut Eddy, meskipun biodiesel kelapa sawit diproduksi dengan harga yang lebih mahal ketimbang solar dari minyak bumi, namun pemerintah tidak membebankan kepada masyarakat untuk membayar perbedaan atau selisih tersebut. Masyarakat tetap membeli biodiesel sesuai dengan harga solar yang ditetapkan oleh pemerintah.
--page
"Untuk membayar selisih harga tersebut, pemerintah menugaskan BPDPKS melalui program pendanaan biodiesel menggunakan dana yang dihimpun dari masyarakat sawit yakni pungutan setiap ekspor kelapa sawit dan turunannya," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/H)








