BORNEONEWS, Palangka Raya - Atlet Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) Kalteng terancam tidak bisa berangkat karena terkendala anggaran.
"Para atlet terancam tidak berangkat ke Peparnas karena saat ini belum ada kejelasan terkait anggaran," tutur Ketua National Paralimpik Committe Indonesia (NPCI) Provinsi Kalimantan Tengah, Deasy Olivia Christy dalam keterangannya, Rabu, 10 Juli 2024.
Walaupun begitu, ia menegaskan persiapan para atlet difabel Kalteng melakukan latihan secara mandiri dengan menggunakan dana pribadi atau dibantu dari dana hibah pemerintah kabupaten yang memiliki pengurus NPCI daerah.
"Para atlet sudah melakukan latihan namun masih secara mandiri dengan menggunakan dana pribadi atau dibantu dari dana hibah pemerintah kabupaten yang memiliki pengurus NPCI daerah," tuturnya.
Deasy Olivia Christy berharap kedepan dapat dilakukan latihan terpusat di Palangka Raya, agar bisa lebih terpantau.
--page
Sementara itu, salah satu atlet cabang olahraga (cabor) panahan, Fridson Dimas, mengaku pada Perparnas sebelumnya ia mengikuti cabor angkat berat. Namun pada tahun 2024, Fridson berpindah ke cabor panahan.
"Sedangkan untuk persiapan menuju Peparnas 2024, saya melakukan latihan secara mandiri bersama atlet PON di Kompleks Olahraga Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya selama empat bulan. Itu saja sejauh ini persiapan saya," ujarnya.
Terdapat 14 cabang olahraga yang dipertandingkan dalam penyelenggaraan Peparnas 2024 di Solo. Kemudian di Boyolali, Sukoharjo dan Karanganyar masing-masing ada empat cabang olahraga. (HERMAWAN DP/j)









