BORNEONEWS- Palangka Raya:  DPRD Kota Palangka Raya berduka. Salah satu anggotanya yang sehari-hari bertugas di gedung wakil rakyat itu telah meninggal dunia. Budi Susilo, politisi yang duduk sebagai Anggota Komisi C itu menghembuskan nafas terakhir di RSUD Doris Sylvanus, Jumat (10/6) siang, sekitar pukul 13.45 WIB. Budi Susilo meninggal dalam usia 43 tahun.

Saat ini, jenazah politisi asal PDI Perjuangan itu sudah berada di rumah duka di jalan Tjilik Riwut Km 8, Bukit Sepan nomor 19 B Palangka Raya. Rencananya, besok pagi dikebumikan. Informasi yang dihimpun Borneonews, besok pagi, Sabtu (11/6) jenazah akan terlebih dulu disemayamkan di gedung DPRD Kota Palangka Raya, tempat keseharian aktif bertugas.

Budi Susilo diketahui meninggal akibat penyakit yang dideritanya. Rabu (8/6) lalu sekitar pukul 14.30 WIB, dia dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus, setelah sebelumnya sempat dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah jalan RTA Milono Palangka Raya.

Sehari sebelum meninggal, Borneonews sempat berbincang dengan istrinya yang setia menunggu di ruang ICU RSUD Doris Sylvanus. Ia bercerita, almarhum baru diketahui mengidap penyakit jantung pekan lalu ketika perjalanan dinas ke Jakarta dalam rangka kunjungan kerja ke Pemkot Jakarta Pusat. Usai melaksanakan tugas dinas, yang bersangkutan menyempatkan diri melakukan medical chek-up ke salah satu rumah sakit di Jakarta.

“Ma, aku sudah chek-up total. Ternyata aku terdeteksi ada penyakit jantung,” ungkap sang istri menirukan ucapan suaminya kala menceritakan hal ikhwal penyakit yang baru diketahuinya itu saat pulang ke Palangka Raya.

Sementara saat ditanya apa diagnosa yang diucapkan dokter saat terbaring di ICU, ia justru tidak mengatakan serangan jantungnya tersebut. Tetapi sedang pendarahan di otak bagian belakang sehingga menyebabkan koma. Dokter-dokter yang biasa menangani almarhum pun disebutnya sempat mengaku terkejut terhadap Haji Budi, panggilan akrab almarhum.

“Bapak pada Rabu pagi itu, berbaring di tempat tidur. Jelang pukul 09.00 WIB saya bangunkan, mengingatkan karena mau ada agenda Rapat di DPRD. Ia sempat jawab iya. Lalu membalikkan tubuh hendak bangun, tapi ia malah mau jatuh sehingga berpegangan ke sprei kasur. Bapak lalu megang tangannya sendiri yang kaku, termasuk kakinya sambil bercakap ada apa ini. Kami kaget lalu langsung membawanya ke RS PKU Muhammadiyah tetapi kemudian dirujuk,”. (RZ)