BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam menghadapi masalah overkapasitas, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Palangka Raya telah mengambil langkah proaktif dengan rutin menggelar kontrol keliling pada blok hunian warga binaan pemasyarakatan.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas Perempuan tetap terjaga, terutama dengan situasi overkapasitas yang tengah dihadapi.
Kepala LPP Kelas IIA Palangka Raya, Sri Astiana, menjelaskan bahwa saat ini Lapas seharusnya hanya berkapasitas 126 warga binaan, namun fakta lapangan menunjukkan jumlah yang mengkhawatirkan, yaitu 208 WBP dan dua anak bawaan.
"Dengan melakukan kontrol keliling secara rutin, diharapkan pihak Lapas dapat lebih efektif memantau keamanan dan kesejahteraan para warga binaan," katanya, Rabu, 10 Juli 2024.
Overkapasitas menjadi perhatian serius bagi pihak Lapas Perempuan karena dapat berdampak negatif pada kesejahteraan dan keamanan WBP.
--page
Sri Astiana menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi yang tepat guna mengatasi masalah ini. Kolaborasi terus diperkuat guna menjaga kondisi Lapas Perempuan tetap terkendali.
Kegiatan kontrol keliling yang rutin menjadi salah satu upaya pencegahan gangguan akibat overkapasitas. Hal ini merupakan komitmen Lapas Perempuan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warga binaan.
"Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan masalah overkapasitas dapat diatasi secara efektif demi keamanan dan kesejahteraan para WBP," pungkasnya. (PATHUR/Y)









