PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Pulang Pisau Osa Maliki menyampaikan bahwa tujuh kecamatan di kabupaten setempat rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Dari delapan kecamatan yang ada terdapat tujuh kecamatan yang rawan terjadi karhutla dan tentunya hal ini menjadi perhatian kita mengingat sebagian besar wilayahnya yang kerap terjadi karhutla,” katanya.

Adapun tujuh kecamatan tersebut yakni Kecamatan Kahayan Tengah, Jabiren Raya, Kahayan Hilir, Maliku, Pandih Batu, Kahayan Kuala dan Sebangau Kuala sedangkan untuk Kecamatan Banama Tingang dikenal kawasan mineral.

Dia mengatakan, saat ini cuaca dalam status kemarau basah. Dimana tahun 2024 ini merupakan fenomena lanina yang berbeda dari tahun 2023 elnino, sehingga dinilai rawan terjadinya Karhutla.

Bahkan ia mengungkapkan bahwa pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap aktivitas masyarakat terutama yang sedang melakukan pembersihan atau pembukaan lahan.

--page

“Tahun ini berbeda dari tahun lalu yang kemarin elnino sekarang elnina. Saat kemarau basah, hujan tidak merata terjadi. Dan juga saya lihat masyarakat sudah banyak yang membersihkan lahan, ini yang harus duwaspadai,” ungkapnya.

Oleh karena itu dirinya mengingatkan agar masyarakat di Bumi Handep Hapakat untuk lebih waspada dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika tidak, akan diproses dengan undang-undang yang berlaku.

Osa menambahkan bahwa perkiraan terjadinya kemarau terjadi diakhir juli dan diperkirakan berakhir pada akhir agustus. Kendati demikian untuk mengantisipasi terjadinya karhutla pihaknya akan segera menaikan status.

“Berdasarkan hasil rakor Bersama Kalaksa BPBD se-Kalteng akan adanya kenaikan status. Kemungkinan Pulang Pisau akan menaikan status siaga di awal agustus, mengingat perayaan hut ri akan dilaksanakan di ibu kota negara,” tandasnya. (Ahm)