BORNEONEWS, Palangka Raya - Founder Batik Sawit Sm-art Batik, Miftahudin Nur Ihsan mengajak Awardee Penerima Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP angkatan 234 untuk mengkampanyekan kebaikan sawit Indonesia.
Hal tersebut disampaikan lulusan terbaik program MBA UGM konsentrasi entrepreneurship ini saat menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Persiapan Keberangkatan atau PK Penerima Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP angkatan 234, Kanaka Caksana.
Ihsan kemudian memberikan contoh kemitraan yang dilakukan CV. Smart Batik Indonesia bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS dalam pengembangan industri batik berbasis sawit.
"Saya menyuarakan dan mengajak seluruh Awardee LPDP PK-234 untuk ikut serta dalam mengkampanyekan kebaikan sawit, khususnya yang nantinya akan berkuliah di luar negeri," tutur Ihsan dalam rilis BPDPKS pada Rabu, 10 Juli 2024.
Dari demografi peserta, diketahui bahwa jumlah peserta PK-234 sejumlah 311 orang, dengan rincian 177 orang Magister Dalam Negeri, 100 orang Magister Luar Negeri, 19 orang Doktoral Dalam Negeri, dan 15 orang Doktoral Luart Negeri.
"Sawit merupakan devisa terbesar Indonesia dan sekitar 16 juta orang bekerja di sektor ini. Saat ini sawit mengalami black campaign dan saya mohon bantuan teman-teman untuk ikut mengkampanyekan kebaikan sawit, khususnya bagi teman-teman yang nanti kuliah di luar negeri," kata pemenang Wirausaha Muda Berprestasi Kemenpora 2020.
Setelah pemaparan materi, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi. Terdapat beberapa pertanyaan dari peserta.
--page
Beberapa pertanyaan tersebut diantaranya terkait dengan tips dan trik untuk memulai bisnis yang efisien, strategi memperoleh pendanaan dan pitching, serta cara membangun relasi.
Di akhir sesi, Ihsan memberikan pesan untuk seluruh awardee agar nanti setelah selesai studi dapat pulang, khusus untuk Awardee Luar Negeri, dan bersama-sama membangun Indonesia sesuai bidang masing-masing.(TESTI PRISCILLA/R)









