DESA yang berada di bibir pantai ini bernama Keraya. Sebagian besar warganya hidup sebagai nelayan. Mereka mencari ikan di perairan Laut Jawa yang tergelar di Laut Selatan Kalimantan.
Desa ini berada di tengah deretan desa-desa di sepanjang kawasan yang disebut Bogam Raya. Yaitu sebuah kawasan pantai, yang panjang membentang dari Desa Kubu hingga Sabuai Barat.
Sebelum Keraya, bisa kita temukan desa-desa Sungai Umbang, dan Bogam. Sedangkan setelah Keraya, terdapat Desa Sabuai Timur, Sabuai Barat dan kemudian Tanjung Putri.
Kawasan ini, sejatinya dari awal dipromosikan sebagai kawasan wisata. Sebutan Bogam Raya yang selama ini dikenal, sebenanrya merupakan akronim dari deretan pantai Desa Bogam hingga Keraya. Di Desa Bogam misalnya, ada destinasi wisata yang disebut Tanjung Penghujan. Pantai berpasir putih dengan deretan cemara laut mengiasi tepiannya.
Sedangkan di Keraya, dikenal sebuah air terjun kecil dengan kolam alam dengan air berwarna hitam menawan. Konon, air terjun dan kolam ini dahulu kala sebagai tempat semedi seorang tokoh bernama Patih Mambang.
Sayangnya, nasib desa ini tak sebaik Desa Bogam. Jika kita memasuki desa ini, terutama di musim hujan seperti sekarang, maka akan kita jumpai bentangan jalan becek-berlumpur, yang diselingi puluhan kolam.
Jalan ini merupakan penghubung antara Kumai sebagai ibukota kecamatan dengan deretan desa-desa kUbu, Sumbai Umbang, Bogam, Keraya, Sabuai Timur, Sabuai Barat hingga Tanjung Putri.
Kolam-kolam itu, tidak lain adalah genangan air hujan, yang kedalamannya mencapai 30 Cm hingga 50 Cm dengan lebar antara 4 meter hingga 5 meter. “Malah ada yang dalamnya hingga ban mobil kita terendam,” kata Dr Edi Waluyo, seorang pakar pemberdayaan dari Universitas Sebelas Maret Solo, yang kebetulan melewati Desa Keraya.
Jalan becek dan berkolam yang berada di depan atau halaman deretan rumah warga ini ternyata bukan hanya monopoli Desa Keraya. Tetapi juga dimiliki desa di sebelahnya, yakni Sabuai Timur hingga Sabuai Barat.
“Ya terpaksa didorong pak,” kata dua anak muda, yang kala itu motornya mati karena terendam di jalan yang berkolam tersebut. Mereka, anak muda dari Pangkalan Bun, yang mengaku usai memancing ikan di Sabuai Barat.
Desa Keraya, merupakan tipikal desa yang tak terurus dan luput dari perhatian para pemangku kepentingan. Terutama dalam hal pembangunan infrastruktur. (*)








