BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng menilai Kalteng sebagai salah satu daerah dengan potensi kuat sebagai penghasil karet.
“Kalteng merupakan salah satu daerah potensial penghasil karet, salah satu komoditi ekspor dalam bentuk Standard Indonesian Rubber (SIR),” kata Kepala UPT. Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Disdagperin Kalteng, Tomas Sembiring saat sosialisasi dan pelatihan di Kapuas, Kamis, 11 Juli 2024.
Tomas menegaskan SIR yang akan diekspor harus memenuhi standar yang telah dipersyaratkan oleh konsumen atau negara tujuan ekspor.
"Tuntutan konsumen atau negara tujuan terhadap standar mutu produk karet sudah semakin meningkat,” tambah Tomas.
Ia menilai perlu dilakukan perbaikan mutu bahan olah komoditi karet secara menyeluruh mulai dari petani, pedagang sampai kepada perusahaan crumb rubber.
--page
Sebagai informasi, crumb rubber atau remah karet adalah karet alam yang diperoleh dari pengolahan getah/lateks dan bahan olah karet yang berasal dari pohon karet (Hevea brasiliensis) secara mekanis dengan atau tanpa bahan kimia. (HERMAWAN DP/R)









