BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kepala UPT. Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Disdagperin Kalteng, Tomas Sembiring mengingatkan ada berbagai kondisi yang dapat mempengaruhi komoditas karet Indonesia.
Dimulai dari harga karet yang rendah menyebabkan para pekebun banyak yang tidak mampu merawat kebunnya, meninggalkan kebun dan/atau mengkonversi tanaman karet menjadi tanaman lainnya yang lebih prospektif seperti sawit.
“Selain harga, terjadinya serangan penyakit gugur daun Paestalotiopsis di sebagian besar daerah sentra perkebunan karet, juga menjadi penyebab turunnya angka produksi karet (hingga mencapai 30%-40%) di Indonesia,” tuturnya saat memberikan sosialisasi di Kapuas, Kamis, 11 Juli 2024.
Kemudian, masalah pandemi Covid-19 yang mengguncang perekonomian dunia dan telah menyebabkan berlakunya kebijakan pada negara-negara lockdown pengimpor karet.
Ditambah lagi, ancaman resesi global dan perlambatan pertumbuhan ekonomi yang pastinya akan berpengaruh terhadap permintaan komoditas karet alam.
"Melalui Sosialisasi dan Pelatihan BOKAR SIR ini diharapkan para peserta dapat menimba ilmu, menambah wawasan,” tuturnya.
--page
Selain itu dapat saling sharing pengalaman dan tukar informasi antara satu dengan yang lain, sehingga dapat menerapkan dan mengimplementasikannya di lapangan sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku. (HERMAWAN DP/R)









