PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng mengingatkan untuk selalu menjaga data pribadi.

Kebocoran data pribadi dapat dimanfaatkan untuk kejahatan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan berpotensi merugikan.

“Penyalahgunaan data pribadi patut diwaspadai. Contoh, Pinjaman Online (Pinjol), Skimming (Pencurian informasi kartu kredit atau debit), SMS Spam, dan masih banyak contoh lainnya,” tutur Kepala Diskominfosantik Kalteng, Agus Siswadi saat mengikuti kegiatan di Palangka Raya, Kamis, 11 Juli 2024.

Sebagai informasi, dalam beberapa waktu terakhir terjadi kebocoran data yang dapat berimbas pada keamanan masyarakat. Seperti terbaru kebobolan di Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) oleh grup ransomware Brain Chiper pada Juni 2024.

Sebelumnya terjadi kebocoran data Bank Syariah Indonesia pada Desember 2023. Kebocoran data berdampak pada jutaan nasabahnya.

--page

Selain itu, pada September 2022, peretas Bjorka mengklaim telah membobol data 105 juta pemilih dari situs web Komisi Pemilihan Umum (KPU). Data yang bocor meliputi nama lengkap, nomor induk kependudukan (NIK), dan alamat pemilih. (HERMAWAN DP/H)