JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Kantor Utusan Khusus Presiden RI Bidang Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan membahas persoalan ketahanan pangan ketika menerima kunjungan Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (MAFF) Jepang.

Utusan Kantor Presiden Muhamad Mardiono mengatakan bahwa pertemuan tersebut membahas berbagai persoalan ketahanan pangan, salah satunya terkait ekspor dan impor antara Indonesia dan Jepang.

“Ini merupakan tindak lanjut kunjungan ke Jepang beberapa waktu lalu, yaitu hubungan bilateral terkait ketahanan pangan,” kata Mardiono dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Kamis.

Dia menyebut pihaknya terus mengupayakan soal beberapa komoditas yang akan diekspor ke Jepang, seperti buah mangga yang memiliki nilai lebih bagi masyarakat Jepang.

“Mangga yang cocok untuk diekspor ke Jepang adalah mangga yang dari hulu hingga hilirnya bersih. Kita (Indonesia) saat ini hanya punya satu data yang memenuhi syarat, yaitu mangga gedong. Upaya kita adalah mencari data terkait jenis mangga lainnya yang memenuhi syarat,” katanya.

--page

Mardiono menjelaskan kunjungan dari MAFF ke Kantor UKP, Jakarta, Rabu (10/7) diterima oleh jajaran asisten Utusan Kantor Presiden. Pertemuan tersebut, kata dia, juga membicarakan pertanian menggunakan satelit (satellite farming).

Pada kesempatan itu, MAFF Jepang melaporkan pembaruan dari pertemuan di antara keduanya pada beberapa waktu lalu, seperti mengenai impor susu ke Indonesia yang telah disetujui.

Adapun perwakilan MAFF yang hadir, yakni Wakil Direktur Divisi Urusan Regulasi Luar Negeri, Biro Ekspor, dan Urusan Internasional Koyama Minoru; serta Konselor Deputi Direktur Jenderal Biro Lingkungan Hidup, Ekspor, dan Hubungan Internasional Hagiwara Hideki dan Morii Hideyuka.

ANTARA