SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemprov Kalimantan Tengah tengah berupaya membangun tempat produksi mendukung ketahanan pangan dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan yang merupakan prioritas utama Pemprov Kalteng.

Saat ini, Pemprov Kalteng tengah membangun Rice Milling Plant (RMP) atau pabrik penggilingan padi modern di Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Pemilihan Kotim sebagi lokasi RMP ini dikarenakan Kotim dinilai memiliki potensi untuk menyukseskan program kedaulatan pangan tersebut.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim Sepnita menyampaikan, beberapa waktu lalu Pemprov Kalteng melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) sudah menargetkan operasional RMP tersebut akan dimulai pada awal tahun 2025.

"Mudah-mudahan target Pemprov Kalteng terhadap pembangunan RMP tersebut bisa selesai tepat waktu, sehingga awal tahun depan sudah bisa beroperasional sesuai dengan yang sudah ditargetkan," kata Sepnita, Jumat 12 Juli 2024.

Ia pun menjelaskan, master plan RMP di Desa Lempuyang saat ini sudah selesai dan masih dalam tahap penyiapan fisik dilapangan. Namun, dirinya tidak bisa menyebutkan persentase pembangunan karena pembangunan tersebut merupakan program dari Pemprov Kalteng.

--page

Untuk alasan dipilihnya Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotim sebagai lokasi pabrik RMP tersebut tak lepas dari peran Kotim sebagai sentra penghasil beras di Kalteng. Adapun salah satu jenis beras asli Kotim yang sudah terkenal di Kalteng yaitu Siam Epang.

"Wilayah Kotim ini memang sudah di Ploting oleh Pemprov Kalteng sebagai lokasi ketersediaan stok beras untuk wilayah barat. Maka dari itu, dengan hadirnya RMP ini diharapkan hasil panen petani kita tidak lagi diolah ke luar daerah," ucapnya.

Diketahui bahwa pabrik RMP tersebut ditargetkan dapat menampung kapasitas penggilingan sebanyak 3,5 hingga 4 ton per jam dengan mesin pengering gabah yang mampu menampung kapasitas hingga 30 ton per jam.

Selain itu, hadirnya RMP juga diharapkan dapat menampung hasil panen dari Kabupaten tetangga seperti Katingan dan Seruyan. Sehingga hadirnya RMP ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Kalteng terhadap beras dari daerah lain.

"Kami berharap, hadirnya RMP ini juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar khususnya petani, yang akhirnya akan mendongkrak perekonomian Kotim," harapnya.

--page

Ia pun menjelaskan, peningkatan ekonomi memang belum terlihat sekarang ini, tapi nantinya apabila pabrik sudah beropesional maka potensi peningkatan ekonomi itu pasti akan terwujud.

Ia pun mencontohkan, apabila pabrik RMP tersebut sudah beroperasi maka pabrik tersebut pasti memiliki karyawan dan akan sering dikunjungi petani. Kondisi ini pasti akan dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk membuka usaha disekitar lokasi. Artinya kehadiran RMP ini juga akan berdampak baik bagi masyarakat sekitar dari segi ekonomi.

"Ini juga akan mempermudah para petani dalam mengolah gabahnya sehingga dapat menekan biaya produksi yang nantinya akan berdampak pada harga beras dipasaran. Karena kemudahan tersebut petani juga akan terpacu untuk memperluas lahan pertaniannya sehingga akan meningkatkan produktivitasnya yang berujung pada terdongkraknya perekonomian daerah," tutupnya.  (Ari)