BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika SP Palangka Raya Saipullah mengingatkan masyarakat waspada terhadap ancaman Juice Jacking yang dapat mengancam keamanan data pada perangkat mobile mereka.
Juice Jacking merupakan teknik peretasan yang dimanfaatkan untuk mencuri data korban melalui kabel pengisian daya yang telah dimodifikasi oleh peretas.
Modus operandi Juice Jacking sering terjadi di fasilitas umum yang menyediakan kabel pengisian daya atau port USB untuk pengguna.
"Serangan ini tidak hanya mengancam perangkat ponsel, tetapi juga perangkat elektronik lain seperti laptop, tablet, dan perangkat mobile lainnya," katanya, Jumat, 12 Juli 2024.
Korban serangan Juice Jacking seringkali tidak menyadari bahwa perangkatnya telah diretas, karena perangkat tersebut telah terinfeksi malware yang dirancang untuk mencuri data secara diam-diam.
--page
Hal ini membuat pengguna tidak sadar bahwa data mereka sedang dicuri oleh peretas.
Untuk mencegah serangan Juice Jacking, masyarakat disarankan untuk menghindari pengisian daya melalui port USB di tempat umum dan lebih baik menggunakan stop kontak listrik.
Selain itu, disarankan untuk selalu membawa pengisi daya pribadi, powerbank, atau baterai eksternal saat bepergian.
Penting juga untuk menggunakan kabel pengisi daya dengan tipe charging-only untuk menghindari pengiriman data saat pengisian daya.
Selalu perhatikan notifikasi saat menyambungkan perangkat ke port USB dan pilih opsi Hanya Isi untuk menghindari risiko pengiriman data tanpa sepengetahuan pengguna.
--page
"Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti langkah-langkah pencegahan yang disarankan, masyarakat dapat melindungi data pribadi mereka dari serangan Juice Jacking yang mengancam keamanan perangkat mobile mereka," pungkasnya. (PATHUR/j)









