PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah menjalani pelatihan intensif selama 23 hari, calon transmigran pola SP-Pugar Lokal, kini siap bersaing dengan calon transmigran SP Pugar dari Jawa yang akan ditempatkan di Desa Rangda, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Calon transmigran lokal pola SP-Pugar tahap I tahun 2024 dari desa setempat telah dibekali berbagai keterampilan di bidang tanaman pangan, perikanan, pertanian, dan peternakan.

Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas mereka, dalam mengelola lahan dan sumber daya yang ada di lokasi transmigrasi nantinya.

Kepala Desa Rangda Muhammad Umar, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar, menyatakan bahwa pelatihan yang diberikan mencakup berbagai aspek penting seperti keramba ikan, tanaman palawija, dan persawahan.

"Dengan bekal keterampilan ini, harapan kami selaku pemerintah Desa Rangda adalah agar calon transmigran memiliki pengetahuan yang cukup untuk bersaing," ujar Umar, Jumat, 12 Juni 2024.

--page

Lebih lanjut, Umar menegaskan keyakinannya bahwa transmigran lokal akan siap bersaing dengan calon peserta transmigrasi dari Jawa Tengah yang berjumlah 150 KK.

"Saya yakin nanti transmigran lokal siap bersaing dengan calon peserta dari Jawa Tengah, apabila transmigrasi sudah berjalan di desa Rangda," harapnya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi tentang tanaman pangan, sayuran, serta budidaya keramba baik di sungai maupun darat.

Pelatihan ini meliputi teori dan praktek lapangan yang langsung dipandu oleh para instruktur berpengalaman.

"Instruktur pelatihan berasal dari Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan serta Dinas Pertanian. Mereka memberikan pembekalan secara mendetail untuk memastikan peserta benar-benar siap menghadapi tantangan di lapangan," jelas Umar.

--page

Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga untuk mempersiapkan mental calon transmigran, dalam menghadapi kehidupan baru di lokasi transmigrasi. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu beradaptasi dengan cepat dan mengoptimalkan potensi lahan yang ada di Desa Rangda.

"Dengan bekal keterampilan yang telah diperoleh, para calon transmigran SP Pugar Lokal, kini siap menghadapi tantangan dan bersaing dengan calon transmigran dari Jawa dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam di lokasi transmigrasi mereka," terangnya. (DANANG/H)