BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas melalui Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) memberikan edukasi kesehatan yang mengulas seputar penyebab hipertensi, yang terbagi dua.
Ketua Pokja Komunikasi dan Edukasi (KE) dr. Erny Indrawati, didampingi Popo Subroto, SKM, M.I.Kom, selaku Koordinator dan Administrator Ahli Unit Promkes RSUD Kapuas menjelaskan penyebab hipertensi bisa bermacam-macam, tetapi bisa juga tidak diketahui penyebabnya.
"Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi dua, yaitu hipertensi primer, hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya. Biasanya terjadi perlahan dalam waktu bertahun-tahun. Hipertensi jenis ini paling sering ditemukan," katanya, Jumat, 12 Juli 2024.
Selanjutnya, Hipertensi sekunder, hipertensi yang disebabkan berbagai kondisi atau penyakit lain, dan bisa timbul secara memdadak.
"Hipertensi bisa juga disebabkan faktor keturunan. Beberapa kondisi yang juga dapat menimbulkan hipertensi, antara lain Obesitas (kegemukan), perokok aktif, mengkonsumsi banyak garam, makanan berlemak, obat-obatan tertentu, terutama obat-obat penghilang rasa nyeri (ibuprofen, diklofenak), alkohol, stress, jarang berolahraga, dan Manula (usia lanjut lebih dari 60 tahun)," jelasnya.
--page
Penyakit-penyakit yang dapat menimbulkan hipertensi (sekunder), misalnya penyakit ginjal, hipertiroid, penyakit jantung bawaan, kelainan bawaan pada pembuluh darah, penyalahgunaan NAPZA/ narkoba.
"Ada beberapa kebiasaan dan kondisi yang dapat menjadi pemicu timbulnya hipertensi pada anak, yaitu terlalu banyak asupan garam," ujarnya.
Lalu, jajanan dan makanan anak saat ini kebanyakan mengandung banyak garam, misalnya pentol, ayam goreng tepung, dan gorengan.
Makanan yang banyak mengandung gula dan kurangnya ktivitas fisik menjadi pemicu terjadinya obesitas pada anak.
"Penyakit bawaan sejak lahir. Misalnya, penyakit jantung bawaan, penyakit ginjal, gangguan hormonal, atau kelainan genetik," tuturnya. (DODI/H)









