BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Tim Promkes Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas melalui radio siaran pemerintah daerah telah menyampaikan edukasi kesehatan yang mengulas seputar penyakit hipertensi.
Ketua Pokja Komunikasi dan Edukasi (KE) dr. Erny Indrawati, didampingi Popo Subroto selaku Koordinator dan Administrator Ahli Unit Promkes RSUD Kapuas menyampaikan tips-tips kapan sebaiknya penderita hipertensi harus ke layanan kesehatan karena sering kali hipertensi tidak memberi gejala dan tidak disadari.
"Bahkan sampai tekanan darah sudah sangat tinggi dan sudah timbul komplikasi," katanya, Jumat, 12 Juli 2024.
Maka, yang perlu diperhatikan masyarakat untuk menghindari hal tersebut sebaiknya melakukan pemeriksaan tekanan darah minimal 1 kali setahun sejak usia 18 tahun terutama bagi yang memiliki risiko terkena hipertensi, misalnya orang tua hipertensi, obesitas.
"Segera ke pusat layanan kesehatan bila mengalami sesak nafas, nyeri dada, sulit berbicara, ssakit kepala yang berat, lemas, gangguan penglihatan, mimisan, mati rasa," ucapnya.
--page
Kemudian, yang bisa dikerjakan di rumah supaya tekanan darah tetap terkontrol yaitu bila tekanan darah tidak terlalu tinggi, misalnya systole di kisaran angka 140-159 dan diastole di angka 90-99, beberapa ahli menyarankan penanganan tanpa obat dulu, dan dimulai dengan diet rendah garam, terutama bagi lansia.
Lalu, juga batasi gula dan lemak, konsumsi makanan sehat, seperti sayur dan buah, menurunkan berat badan bila kelebihan berat badan, hidup santai, kurangi stres, olahraga, pelajari dan secara teratur melakukan teknik relaksasi, berhenti merokok, berhenti konsumsi alkohol, tidur nyenyak dan cukup istirahat, Batasi minum kopi dan teh.
Bila memungkinkan hentikan penggunaan obat-obatan yang dapat meningkatkan tekanan darah, misalnya obat pereda nyeri, kontrasepsi oral, dan penekan nafsu makan.
"Apabila dengan cara di atas tekanan darah tidak turun, maka diperlukan obat penurun tekanan darah, obat-obat ini harus di bawah pengawasan dokter, dan secara teori harus di konsumsi seumur hidup," imbuhnya.
Selain itu, perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Sebaiknya setiap penderita hipertensi dapat melakukan pemeriksaan tekanan darahnya secara mandiri dan dicatat.
--page
"Catatan tersebut selanjutnya dapat dilaporkan ke dokter saat melakukan kontrol ke layanan kesehatan," pungkasnya. (DODI/H)









