PULANG PISAU –

BORNEONEWS,Pulang Pisau - Dalam beberapa hari ini marak pemberitaan tentang banyaknya masyarakat yang mabuk kecubung bahkan ada yang sampai meninggal dunia dunia.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, dr Pande Putu Gina menyampaikan, mengonsumsi kecubung sangat berbahaya. Ia menghimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi kecubung karena dapat menyebabkan kebingungan, pupil melebar, haus yang intens, kulit kering, kemerahan.

Kemudian demam, tekanan darah tinggi atau rendah, detak jantung cepat, kesulitan bernapas, halusinasi, gugup, kehilangan ingatan, kejang-kejang, kelumpuhan, koma bahkan menyebabkan kematian.

"Hindari mengonsumsi tanaman kecubung yang tidak seharusnya dikonsumsi sembarangan. Masyarakat  untuk  segera melaporkan, jika menemukan korban, ke fasilitas Kesehatan terdekat  untuk mendapatkan perawatan medis," ujar Pande, Sabtu, 13 Juli 2024.

Pande menjelaskan, tanaman kecubung adalah tumbuhan hias dengan bunga berbentuk terompet yang besar dan mekar di malam hari. Bunganya mengeluarkan wangi dengan warna yang cukup bervariasi dari putih, pink, kuning, dan ungu. Buah kecubung berbentuk kapsul berduri berdiameter 3 hingga 10 centimeter  yang berisi biji halus seperti biji tomat. Semua bagian dari tanaman kecubung memiliki racun yang berbahaya apabila dikonsumsi. 

--page

Menurut Pande, racun yang terkandung pada setiap bagian tanaman kecubung, scopolamine, hyoscyamine, dan atropine. Dengan efek samping yang ditimbulkan setelah mengonsumsi tanaman kecubung, Pande mengingatkan penting dicatat bahwa tanaman kecubung ini tidak aman bagi siapapun untuk dikonsumsi. (RETHA/j)