BORNEONEWS, Palangka Raya - Semangat Gubernur Kaliamntan Tengah Sugianto Sabran adalah penghematan belanja daerah. Ini karena kondisi keuangan dalam neraca APBD yang banyak defisit (minus) sehingga neraca kurang sehat. Ibarat kata, sementara ini harus ikat pinggang dulu, tidak boros soal perencanaan sembari mencari jalan keluarnya.
Penekanan penting ini disampaikan Gubernur muda dan energik tersebut kala mengajak santap sahur bareng para jurnalis Kalteng di Istana Isen Mulang, Sabtu (11/6) dini hari. Ia sedikit menggambarkan kondisi itu gara-gara ada sikap beberapa kepala dinas yang ‘emoh’ dibintangi anggarannya. Padahal maunya gubernur adalah menekan kebocoran anggaran yang tidak penting.
“Anggaran dalam APBD 2016 yang ada ini kan produk pemimpin sebelumnya, Kita baru bisa main untuk APBD 2017 nanti. Nah, kondisinya kan banyak kekurangan. Lah, kalau tidak mau dibintangi dulu anggaran mereka, lantas darimana duitnya untuk melaksanakan program/kegiatan. Sementara ya kita cari dulu penerimaan daerahnya sama-sama,” ujar Gubernur Sugianto membuka diskusinya.
Ia pun berharap semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) memahami kondisi yang terjadi. Sugianto pun sudah mencetuskan ide agar pundi penerimaan daerah baik dari pendapatan asli daerah (PAD) maupun lain-lain pendapatan yang sah mengalir deras ke Kas Daerah. Antara lain bagaimana perusahaan berkantor dan memiliki NPWP daerah sehingga pajaknya masuk Kalteng. Berikutnya adalah bagaimana pajak alat berat juga masuk sebagai penerimaan daerah.
“Biar tidak semuanya keluar Kalteng, hasil bumi keluar, pajak dibayar diluar, kan tidak bagus itu. Makanya NPWP harus di Kalteng, kantor perwakilan di Kalteng, Nabung juga di Kalteng, kita akan kaji semua itu,” tatapnya penuh optimistis.
Namun diskusi itu harus terpotong karena terdengar bunyi suara adzan dari musala istana kebanggaan warga Kalimantan Tengah, yang kata Gubernur Sugianto masih berada di kawasan Hutan Produksi (HP) itu. Gubernur pun menyilakan wartawan untuk salat terlebih dahulu kepada yang muslim, baru berlanjut diskusi kembali. (ROZIKIN/m)








