BORNEONEWS, Kasongan - Gara-gara tidak difasilitasi pemerintah daerah (pemda), sejumlah pedagang pasar wadai di Komplek Pasar Kasongan Jalan Revolusi mengadu kepada Sekda Katingan Nikodemus, baru-baru ini.


Saat itu Sekda Nikodemus bersama Kepala Dinas Kesehatan Robertus Pamurianto sedang meninjau pasar wadai bersamaan dengan sidak pemeriksaan makanan dan minuman di pasar itu oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kalteng.


"Gini ya Pa (Sekda), kami berjualan di sini ini ditarik biaya Rp400 ribu selama bulan puasa. Yang kami sayangkan kalau hujan tenda ini bocor sehingga tidak sedikit wadai jualan kita kena hujan," keluh Rahmayati kepada Sekda Nikodemus.


Ia dan puluhan pedagang lainnya sebelumnya memang bersepakat kepada pihak ketiga/pemilik tenda untuk disewa selama sebulan.


"Sebenarnya kalau pemerintah daerah memfasilitasi dengan menyediakan tempat berjualan/pasar wadai, kami para pedagang tentu senang, karena mungkin biaya sewa tempat murah, atau bahkan malah digratiskan," katanya.


Rahmayati juga menuturkan ke depan ia dan puluhan pedagang lainnya juga berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi atau menyediakan tempat berjualan wadai itu.


"Misalnya di Lapangan Gagah Lurus. Tapi pemerintah juga melalui Satpol PP harus melarang penjual wadai di tempat lain selain di lapangan itu, sebab nanti warga jarang yang datang ke lapangan membeli wadai," imbuhnya.


Sri pedagang wadai lainnya juga berhatap kepada pemerintah daerah untuk tahun depan bisa menyediakan tempat khusus berjualan wadai ini. "Sudah dua tahun ini pemda tidak lagi menyediakan tempat jualan wadai saat bulan Ramadan," sebut Sri.


Dalam kesempatan itu Sekda Katingan Nikodemus mengaku baru tahu kalau Pemda Katingan dalam hal ini pihak Dinas Perdagangan Perindustrian dan UMKM tidak ikut menyediakan tempat untuk berjualan wadai itu.


"Ya, nanti tahun depan melalui dinas terkait akan kita upayakan permintaan pedagang itu supaya mereka bisa berjualan di satu titik dengan difasilitasi pemerintah daerah," katanya. (ABDUL GOFUR/m)