PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan hasil dari Pemetaan Risiko Berbasis Analisis Dini (PERISAI) yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya pada Senin, 15 Juli 2024 tingkat kekeringan di Kota Palangka Raya saat ini sangat tinggi.

Dalam menghadapi kondisi ini Kepala Bidang Pencegahan dan Kedaruratan BPBD Palangka Raya Heri Fauzi menyarankan agar setiap kelurahan melakukan patroli aktif di daerah rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kondisi kekeringan yang sangat tinggi menjadi perhatian serius bagi BPBD Palangka Raya, mengingat potensi risiko Karhutla yang dapat meningkat akibat cuaca yang tidak bersahabat.

"Dengan anjuran untuk melakukan patroli di daerah rawan, diharapkan upaya deteksi dini dan pencegahan dapat dilakukan secara lebih efektif oleh masing-masing kelurahan di Kota Palangka Raya," Senin, 15 Juli 2024.

Pemetaan Risiko Berbasis Analisis Dini (PERISAI) menjadi instrumen penting dalam mengevaluasi dan mengidentifikasi potensi risiko bencana, termasuk Karhutla, yang dapat terjadi akibat kondisi kekeringan yang tinggi.

Dengan informasi yang diperoleh dari PERISAI, BPBD Palangka Raya dapat memberikan rekomendasi dan tindakan preventif yang tepat sesuai dengan kondisi risiko yang ada.

Heri Fauzi juga menekankan pentingnya kerjasama antara BPBD, kelurahan, dan masyarakat dalam upaya mitigasi risiko Karhutla.

--page

Patroli di daerah rawan menjadi langkah proaktif untuk memantau potensi kebakaran dan mengambil tindakan cepat dalam penanganan Karhutla sebelum menjadi lebih besar dan sulit dikendalikan.

Dengan adanya anjuran ini, diharapkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap bahaya Karhutla dapat meningkat di kalangan masyarakat Kota Palangka Raya.

"Langkah preventif seperti patroli di daerah rawan menjadi upaya konkret untuk menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan," pungkasnya. (PATHUR/R)