SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 140 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

"Kami mengirim mahasiswa ke 20 desa di Kotim, setiap desa ada 7 mahasiswa, berarti totalnya 140 mahasiswa," kata Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan IAIN Palangka Raya Nurul Wahdah, Senin, 15 Juli 2024.

Peserta KKN dari IAIN Palangka Raya tersebut dilepas secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Kotim Rusmiati di Halaman Kantor Pemerintah Daerah setempat.

Lanjut Nurul, KKN yang digelar di Kotim termasuk jenis KKN lokal. Secara keseluruhan, KKN ini merupakan terbanyak dilakukan oleh mahasiswa IAIN Palangka Raya. Terdapat 98 desa yang tersebar pada 43 Kecamatan di 14 Kabupaten/kota se-KalimantanTengah.

Adapun penempatan mahasiswa KKN lokal tersebut melibatkan 7 mahasiswa setiap desa. Mereka akan menerapkan secara langsung kepada masyarakat atas ilmu yang dipelajari selama 6 semester dalam perkuliahan.

--page

"Untuk KKN lokal ini dilaksanakan selama 40 hari," ujarnya. 

Banyak variasi KKN yang dilakukan IAIN Palangka Raya diantaranya KKN internasional yang dilaksanakan di Kamboja, Thailand dan Malaysia selanjutnya menyusul ke Korea Selatan dan Jepang.

Ada pula KKN moderasi beragama yang pihaknya laksanakan di Kabupaten Katingan bekerjasama dengan kampus IAKN, IAHN dan kampus di luar Kalimantan. KKN moderasi beragama tersebut menyatukan lintas agama ditengah keberagaman masyarakat. 

"Ada kegiatan lain yang dikonversikan menjadi KKN yaitu program LPKM itu merupakan KKN tematik, waktunya lebih lama yaitu 1 semester atau 4 bulan kalau dan ada lagi asistensi mengajar dimana mahasiswa ikut membantu kegiatan akademik di sekolah selama 1 semester," ungkapnya.

Nurul berharap, mahasiswa memanfaatkan dengan baik momen terjun langsung ke masyarakat menerapkan ilmu bidang pendidikan dan keadministrasian.

--page

Kegiatan tersebut dalam rangka membentuk mahasiswa menjadi pemimpin, belajar berinteraksi satu sama lain, dan mengorganisir kelompok mereka.

"KKN ini bukan kegiatan mandiri atau individual ini kegiatan bersama untuk berinteraksi dengan masyarakat bagaimana mereka membangun atau menumbuhkan kesensitifan sosial di lingkungan masyarakat," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)