SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mempersiapkan pembebasan lahan untuk pembangunan gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Bandara H Asan Sampit.

"Lokasinya ada 14 bidang petak tanah dimiliki 8 orang. Kemarin sudah kita cek satu-satu nanti dilakukan analisis berapa luasannya. Masing-masing ada SKT nya nanti kita cek dengan GPS luasannya," kata Asisten I Sekretariat Daerah Kotim Rihel, Selasa, 16 Juli 2024.

Pemkab Kotim akan merapatkan estimasi nilai lahan tersebut dan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada lahan di sekitar kawasan Bandara H Asan Sampit itu.

Lahan yang akan dibebaskan tersebut berada di kawasan bandara dekat kantor BMKG Stamet Kotim yang baru. Estimasi luasannya kurang lebih 2 hektare dengan permintaan ganti rugi masyarakat kurang lebih Rp300 ribu per meter persegi. Sehingga secara keseluruhan memerlukan biaya kurang lebih Rp6 miliar.

"Sekarang dananya tersedia di dinas Cipta Karya untuk pembebasan lahan hanya Rp3,6 miliar. Apakah nanti akan dilaksanakan secara bertahap. Harapan kami masyarakat jangan tergesa-gesa dan kita memberi kepastian," ujarnya. 

Pihaknya berupaya melakukan pembebasan lahan tersebut dana dengan nego harga. Pemerintah daerah juga berupaya pembebasan lahan dilakukan pada tahun ini secara bertahap.

"Kita berupaya satu tahun selesai, mungkin nanti dimasukkan dalam perubahan dengan catatan anggaran keuangan kita memungkinkan. Tetapi kalau standar saja lebih dari cukup," tandasnya.

Sesuai rencana tata ruang, Gedung PKP-PK Bandara H Asan Sampit saat ini akan terkena sayap pesawat jika ke depan bandara dikembangkan untuk didarati pesawat jenis Airbus. Sehingga gedung tersebut harus dipindah, penempatannya pun harus berdekatan dengan landasan pacu agar akses cepat untuk antisipasi keselamatan penerbangan. 

Sebelumnya, Bupati Kotim Halikinnor telah menandatangani kesepakatan dengan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan penyerahan hibah tanah untuk melakukan pengembangan Bandara H Asan Sampit pada 10 Juni 2024. Dalam kesepakatan tersebut pengembangan bandara akan dilakukan bertahap selama 2024-2027.

Upaya tersebut agar pesawat berbadan besar seperti Aibus mampu mendarat di Bandara H Asan Sampit. Pendaratan pesawat besar tersebut akan menekan tingginya harga tiket dan berpengaruh positif terhadap perekonomian daerah. 

--page

Adapun kondisi eksisting landasan pacu (runway) Bandara H Asan saat ini 2.060 meter x 30 meter, mampu melayani pesawat jenis ATR72 dan Boeing 737-500. Nantinya Bandara ini akan memiliki runway 2.260 meter x 30 meter, sehingga dapat melayani penerbangan pesawat udara maksimum jenis Airbus A320.

Sedangkan terminal penumpang saat ini berukuran 2.112 meter persegi yang dapat menampung penumpang hingga 233.109 per tahun. Setelah dikembangkan nanti terminal penumpang akan berukuran 6.690 meter persegi dan dapat menampung penumpang hingga 662.599 per tahun. (DEWI PATMALASARI/r)