SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Masyarakat Desa Rantau Tampang, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengeluhkan tidak adanya minyak tanah dan tabung gas LPG 3 kg tembus Rp90 ribu.

"Kecamatan Telaga Antang masih masuk dalam subsidi minyak tanah, tetapi sudah sejak lama kita tidak melihat minyak tanah," kata Sekretaris Desa Rantau Tampang Sabda, Selasa, 16 Juli 2024.

Hal itu disampaikan saat sosialisasi konversi minyak tanah ke tabung gas LPG 3 kg secara mandiri untuk 6 kecamatan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim dengan narasumber Hiswana Migas dan Pertamina Patra Niaga. 

Pada 2010 sebagian masyarakat menggunakan bahan bakar kayu dan sebagian menggunakan tabung gas secara mandiri karena minyak tanah langka. Berangsur-angsur masyarakat setempat hampir 100 persen menggunakan gas.

"Kami memiliki BUMDes namun hanya menjual tabung gas 5 kg harga lebih dari Rp100 ribu dan 12 kg harga Rp250 ribu, yang 3 kg langka kadang kita temui di warung-warung harganya mencapai Rp80 ribu hingga Rp90 ribu," ujarnya. 

Ia berharap, BUMDes dapat difasilitasi untuk mendapatkan supply tabung gas LPG 3 kg untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

--page

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Kotim Rody Kamislam mengatakan BUMDes harus dibantu dan dibina untuk membantu pemenuhan gas. BUMDes juga harus memenuhi persyaratan yang diperlukan.

"Karena mereka sudah jelas, mereka harus diprioritaskan dan dibantu. Kita juga berharap nanti selain gas 3kg, 5kg, dan 12kg ke depan juga menjual yang 30kg," tandas Rody. (DEWI PATMALASARI/R)