BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa dibandingkan April 2024, kontribusi layanan transportasi ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah pada Mei 2024 senilai US$53,22 juta dan mengalami peningkatan kontribusi dari 9,44 persen (April 2024) menjadi 16,16 persen pada Mei 2024.
"Terdapat 3 pelabuhan utama yang melayani ekspor di Kalteng selama Mei 2024, yaitu Pelabuhan Kumai, Pelabuhan Pangkalan Bun, dan Pelabuhan Pulang Pisau," kata Agnes pada Selasa, 16 Juli 2024.
Agnes menjelaskan bahwa total nilai ekspor melalui Pelabuhan Kumai senilai US$42,27 juta, Pelabuhan Pangkalan Bun US$7,75 juta, dan Pelabuhan Pulang Pisau US$2,03 juta.
"Sementara itu, layanan ekspor melalui pelabuhan provinsi lain senilai US$276,21 juta (83,84 persen) yang sebagian besar melalui Pelabuhan Banjarmasin senilai US$209,19 juta atau sebesar 75,74 persen dari total nilai ekspor Provinsi Kalimantan Tengah," tutur Agnes lagi.
Dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, lanjut Agnes, nilai ekspor yang melalui pelabuhan di wilayah Kalteng pada Mei 2024 mengalami penurunan sebesar 12,80 persen, dari US$61,03 juta menjadi US$53,22 juta.
"Sementara secara year on year, layanan ekspor melalui provinsi lain pada Mei 2024 mengalami penurunan sebesar 17,89 persen dibanding Mei 2023, dari US$336,40 juta menjadi US$276,21 juta," tuturnya.
Layanan ekspor melalui provinsi lain secara year to year, kata Agnes, mengalami penurunan di hampir semua pelabuhan kecuali Pelabuhan Samarinda dan Bandar Udara Soekarno Hatta.
"Layanan ekspor year on year melalui provinsi lain mengalami penurunan tertinggi pada Pelabuhan Kotabaru yang mengalami penurunan sebesar US$17,65 juta atau turun 26,81 persen," jelasnya.
--page
Secara kumulatif pada tahun 2024, bila dibandingkan dengan kumulatif pada tahun 2023, katanya, terjadi penurunan layanan ekspor yang melalui pelabuhan di wilayah Kalteng sebesar US$ 19,37 juta atau turun 6,76 persen yang diakibatkan oleh menurunnya aktivitas ekspor di Pelabuhan Kumai senilai US$33,92 juta atau turun 13,03 persen.
"Selaras dengan layanan ekspor melalui provinsi lain yang turut mengalami penurunan sebesar US$604,25 juta atau turun 28,22 persen. Penurunan ini disumbang oleh penurunan layanan ekspor melalui Pelabuhan Banjarmasin yang turun senilai US$ 538,26 juta atau turun 31,39 persen," bebernya lagi.(TESTI PRISCILLA/R)









