BORNEONEWS - Muara Teweh: Hujan yang disertai angin kencang yang terjadi Sabtu (11/6) dini hari, membuat bangunan atap pasar wadai ramadan di Lapangan Hijau Muara Teweh roboh. Akibat robohnya bagian atap yang menggunakan terpal tersebut, para pedagang kue di pasar ramadan pun terpaksa pindah mencari tempat berjualan lain yakni ke daerah pinggiran-pingir jalan di lapangan hijau Muara Teweh, hingga bangunan pasar tersebut selesai diperbaiki oleh pihak Organized Rhadian’s.

Kepala Disperindagsar H Hajranor melalui Kepala Bidang Perdagangan, H Bukhari Muslim mengatakan, bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa robohnya atap terpal pasar ramadan ini. Menurutnya kepindahan para pedagang pasar ramadan ini ke pinggir-pinggir jalan, hanya bersifat sementara, sampai perbaikan atap pasar ramadan yang roboh akibat diterjang hujan dan angin kencang selesai dilakukan oleh pihak organizer.

“Ini hanya untuk hari ini saja para pedagang berjualan di pingir-pingir jalan. untuk besok para pedagang ini sudah kembali berjualan di pasar ramadan. Karena berdasarkan pengakuan pimpinan Organized Rhadiran mereka bisa melaksanakan perbaikan perbaikan pasar ramadan tersebut dalam 1 hari,” ujar Bukhari Muslim.

Sementara pimpinan dari Organized Rhadian’s, Roby mengatakan, bahwa robohnya bagian atap pasar wadai ini, lantaran tidak kuat diterjang hujan dan angin kencang yang terjadi dini hari tadi. Penyebabnya adalah tenda yang dipinjam dari pemerintah daerah untuk pasar ramadan ini sudah cukup berumur yakni sejak tahun 2005.

“Sudah 2 kali tenda itu pernah roboh yakni sebelum diresmikannya pasar ini oleh Bupati Barito Utara dan pada hari ini. Untuk ini kami membuat kerangka bangunan pasar wadai ini dengan menggunakan kontruksi  berbahan kayu, sehingga dapat lebih kokoh atau tidak mudah roboh,” katanya. (DN/*)