PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Ina Prayawati menyatakan bahwa untuk melakukan analisis tentang ketersediaan bahan makanan terutama pangan di daerah kabupaten/kota, perlu merumuskan kebijakan atau strategi untuk memastikan keberlanjutan dan ketahanan pangan di masa depan.

Hal ini dimulai dari melaksanakan data produksi pangan dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Kemudian, data konsumsi pangan dari survei rumah tangga dan institusi, data impor dan ekspor bahan makanan dan data stok cadangan pangan di gudang atau tempat penyimpanan.

"Membandingkan jumlah produksi lokal dengan kebutuhan konsumsi, disertai mengidentifikasi tren konsumsi dan perubahan preferensi makanan di masyarakat, serta menganalisis ketergantungan pada impor bahan makanan tertentu," katanya, Selasa, 16 Juli 2024.

ia menuturkan, ada pengaruh faktor eksternal yang harus diperhatikan, terutama pihak pemerintah daerah dan dinas terkait, seperti memperhatikan dampak perubahan iklim terhadap produksi pangan.

"Hal ini berpengaruh terhadap kebijakan pemerintah terkait pertanian dan perdagangan, serta fluktuasi harga bahan makanan di pasar global," jelasnya.

--page

Untuk itu, lanjut dia, harus dilakukan pemetaan dan distribusi menggunakan peta untuk mengidentifikasi daerah produksi utama dan distribusi pangan. Ini sebagai bahan menilai infrastruktur logistik dan rantai pasok pangan.

"Disertai keberlanjutan dan keamanan pangan, mengevaluasi praktik pertanian berkelanjutan dan harus menilai risiko keamanan pangan serta langkah-langkah mitigasi," tuturnya. (MARINI/Y)