PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota  Komisi II DPRD Provinsi Kalteng Ina Prayawati menyebut, kemiskinan di kalangan pendatang memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan kebijakan ekonomi inklusif.

Karena ekonomi memiliki pengaruh signifikan terhadap penduduk miskin dari pendatang, terutama dalam konteks urbanisasi dan migrasi ke kota-kota besar.

"Faktor utama yang berpengaruh mulai dari kesempatan kerja, penduduk miskin dari pendatang sering kali pindah ke kota untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Hal ini memberikan dampak tingkat pengangguran yang tinggi atau pekerjaan dengan upah rendah di kota dapat memperburuk kondisi kemiskinan," katanya, Selasa, 16 Juli 2024.

Lanjutnya, biaya hidup di kota biasanya lebih tinggi dibandingkan di daerah asal, mencakup perumahan, makanan, transportasi, dan kebutuhan dasar lainnya.

"Pendatang sering kali tinggal di permukiman kumuh atau daerah dengan fasilitas yang buruk karena keterbatasan ekonomi," jelasnya.

--page

Tambahnya, penduduk miskin dari pendatang sering menghadapi kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan, pendidikan, dan layanan sosial lainnya.

"Kurangnya dokumen resmi atau status legal yang tidak jelas dapat membatasi akses mereka ke layanan publik," imbuhnya.

Hal ini juga, ujarnya dapat mengakibatkan ketimpangan pendapatan antara penduduk asli dan pendatang dapat menciptakan ketegangan sosial.

"Program bantuan sosial dan ekonomi yang efektif sangat diperlukan untuk membantu pendatang miskin beradaptasi dan meningkatkan kondisi hidup mereka," tandasnya. (MARINI/H)