BORNEONEWS, Sampit - Sungguh tega anak berinisial SA (16) pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sampit ini. Dia menghajar ayah kandungnya bernama Sudiarto. Akibat pemukulan tersebut, sang ayah harus kehilangan giginya, dan hanya menyisakan tiga gigi saja.
Pemukulan terhadap ayah kandung itu terjadi pada Sabtu (11/6/2016), dirumah mereka yang berada di jl Jaya Wijaya, Kecamatan Baamang, Kotim. Hal itupun sempat membuat warga sekitar dan keluarganya geger, dan berupaya melerainya serta melaporkan hal itu ke Mapolres Kotim.
Motif pemukulan itu akibat masalah keluarga, sang ayah sudah berpisah dengan ibunya. Akibat hal itu SA pun harus tinggal dengan sang nenek, dan adiknya, Ijul, ikut sang ayah. Sedangkan sang ibu tidak diketahui ke mana, karena sudah nikah lagi.
“Kami akan segera menyelesaikan kasus ini, apakah nantinya dimediasi atau diproses secara hukum. Tergantung ayah anak ini saja. Sedangkan motif dari penganiayaan tersebut adalah masalah keluarga, karena kedua orang tua sudah bercerai,” uajar Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawa, Minggu (12/6/2016).
Sementara dari informasi yang dihimpun Borneonews, penganiayaan tersebut terjadi pada saat SA hendak menjemput sang adik yang bersekolah di Sekolah Dasar (SD) 6, Kecamatan Baamang. Hal itu dilakukannya karena sudah sangat kangen.
Namun sesampainya di tempat itu, ia menemui sang ayah yang juga sedang menjemput adiknya tersebut. Setelah bertemu, entah kenapa Sudiarto melarang dirinya membawa sang adik tersebut.
Bahkan dari keterangan SA, sang ayah berucap bahwa dia akan dipukul kalau sampai nekat menjemput sang adik. Bahkan remaja tersebut mengatakan bahwa dia juga sempat dicekik dan hendak digampar oleh sang ayah.
“Karena saya diancam hendak dipukul kalau nekat membawa adik, dan saat itu saya dicekik. Langsung saja saya pukul juga ayah saya itu,” ungkap SA.
Ia mengaku menyesal dengan perbuatannya tersbeut, apalagi yang dipukulinya itu adalah ayahnya sendiri.
Sementara Sudiarto membantah bahwa ia mengancam akan memukul SA kalau berani membawa adiknya tersebut. Justru dirinya merasa kaget tiba-tiba anaknya tersebut langsung menghujamkan pukulan ke wajahnya.
“Saya merasa anak ini sudah kurang ajar dan tega memukul saya yang merupakan ayahnya sendiri. Akibat pukulan itu, sejumlah gigi saya patah,” ungkap Sudiarto. (M HAMIM/m)








