BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor mengatakan kondisi ekonomi di daerah memiliki kinerja yang cukup baik.
"Jika melihat kinerja ekonomi daerah, ada beberapa indikator ekonomi yang mengalami kenaikan,” kata Halikinnor, Selasa 16 Juli 2024.
Mulai dari tingkat inflasi yang cukup terkendali, ditunjukkan dengan penurunan cukup signifikan yaitu sebesar 5,99 persen pada 2022 dan 2,56 persen pada 2023.
Pendapatan per kapita atas dasar harga berlaku mengalami kenaikan dari Rp76,09 juta pada 2022, menjadi Rp78,81 juta pada 2023, serta angka kemiskinan cenderung masih bisa ditekan dari 5,95 persen pada 2022 menjadi 5,69 persen pada 2023.
Kemudian tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan dari 5,00 persen pada 2022 menjadi 4,77 persen pada 2023, serta indeks pembangunan manusia (IPM) cenderung lebih baik yaitu 71,67 pada 2022 menjadi 73,99 pada 2023.
Pemkab Kotim juga telah menyampaikan rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) TA 2025 kepada DPRD.
“Dalam rancangan KUA dan PPAS 2025, pemerintah daerah juga menjabarkan perkiraan perekonomian daerah. Kami berharap kinerja ekonomi Kotim 2025 akan menjadi lebih baik,” katanya.
Halikinnor menjelaskan penyampaian rancangan KUA dan PPAS TA 2025 ini merupakan rangkaian atau siklus dalam proses penyusunan anggaran daerah pada setiap tahun anggaran. Dengan berpedoman Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 Tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah.
--page
Penyusunan rancangan KUA dan PPAS harus berdasarkan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) dan pedoman penyusunan APBD yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri pada setiap tahunnya.
Kemudian kepala daerah harus menyampaikan rancangan KUA dan PPAS kepada DPRD paling lambat minggu kedua Juli untuk dibahas dan disepakati bersama antara kepala daerah dan DPRD.
"Sehubungan dengan rancangan KUA dan PPAS ini kami berharap kinerja ekonomi Kotim pada 2025 akan menjadi lebih baik," ujarnya.
ANTARA









