BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan ekspor Kalteng melalui pelabuhan di Kalteng didominasi oleh hasil industri.
"Ekspor melalui pelabuhan di Kalteng selama Mei 2024 didominasi oleh hasil industri, yaitu sebesar US$43,79 juta atau 82,28 persen dari total ekspor melalui pelabuhan di Kalteng," kata Agnes pada Rabu, 17 Juli 2024.
Ekspor hasil industri tersebut menurut Agnes berasal dari kelompok lemak dan minyak hewani atau nabati yakni minyak kelapa sawit, lalu kayu dan barang dari kayu yakni kayu olahan dan kayu lapis, serta ampas atau sisa industri makanan yakni bungkil dan residu.
"Selama Mei 2024, layanan ekspor komoditas tambang melalui pelabuhan di Kalteng mencakup 11,46 persen dari total ekspor melalui pelabuhan Kalteng," tutur Agnes lagi.
Sebagian besar ekspor komoditas tambang, kata Agnes, dilakukan melalui pelabuhan di luar Kalimantan Tengah. Nilai ekspor hasil tambang melalui pelabuhan Kalimantan Tengah pada Mei 2024 mencapai US$6,10 juta.
"Ekspor hasil tambang tersebut berasal dari kelompok bahan bakar mineral yakni batu bara," tuturnya.
Berbeda dengan ekspor hasil tambang, ekspor produk-produk pertanian di Kalimantan Tengah sebagian besar dilakukan melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah.
"Selama Mei 2024, ekspor produk-produk pertanian di Kalimantan Tengah melalui Bandara Tjilik Riwut. Nilai ekspor produk pertanian melalui pelabuhan di Kalteng pada Mei 2024 mencapai US$3,33 ribu," bebernya.
Produk pertanian tersebut, kata Agnes, berasal kelompok bahan nabati untuk anyam-anyaman sebagai hasil hutan bukan kayu lainnya.
--page
"Dibanding April 2024, kontribusi layanan transportasi ekspor melalui pelabuhan di Kalteng pada Mei 2024 senilai US$53,22 juta dan mengalami penurunan kontribusi dari 9,44 persen pada April 2024 menjadi 16,16 persen pada Mei 2024," jelasnya.
Agnes menjelaskan terdapat 3 pelabuhan utama yang melayani ekspor di Kalteng selama Mei 2024, yaitu Pelabuhan Kumai, Pelabuhan Pangkalan Bun, dan Pelabuhan Pulang Pisau.
"Total nilai ekspor melalui Pelabuhan Kumai senilai US$42,27 juta, Pelabuhan Pangkalan Bun US$7,75 juta, dan Pelabuhan Pulang Pisau US$2,03 juta," bebernya.
Sementara itu, lanjut Agnes, layanan ekspor melalui pelabuhan provinsi lain senilai US$276,21 juta atau 83,84 persen yang sebagian besar melalui Pelabuhan Banjarmasin senilai US$209,19 juta, atau sebesar 75,74 persen dari total nilai ekspor Provinsi Kalimantan Tengah.(TESTI PRISCILLA/R)









