BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa selama Mei 2024, nilai impor Kalteng mencapai US$1,92 juta atau turun sebesar 18,30 persen dibanding April 2024 yang tercatat US$2,35 juta.
"Selama Mei 2024, nilai impor Kalteng mencapai US$1,92 juta atau turun sebesar 18,30 persen dibanding April 2024 yang tercatat US$2,35 juta," kata Agnes pada Rabu, 17 Juli 2024.
Sebaliknya volume impor Kalimantan Tengah mengalami peningkatan sebesar 54,95 persen, dari 3,33 ribu ton pada April 2024 menjadi 5,16 ribu ton pada Mei 2024.
"Penurunan nilai impor ini disebabkan oleh adanya penurunan nilai impor kelompok migas dari US$1,36 juta pada April 2024 menjadi US$0,00 juta pada Mei 2024," bebernya.
Sementara itu, katanya, kelompok non migas mengalami peningkatan dari US$0,99 juta pada April 2024 menjadi US$1,92 juta pada Mei 2024.
"Dilihat menurut kelompok komoditas non-migas, industri pengolahan menjadi kelompok yang mengalami peningkatan baik secara nilai maupun volume," jelas Agnes lagi.
--page
Berkurangnya nilai impor di Kalimantan Tengah pada Mei 2024 kata Agnes dibanding April 2024 utamanya didorong oleh menurunnya nilai maupun volume impor pada kelompok bahan bakar mineral yakni aspal.(TESTI PRISCILLA/R)









