SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pasca mundur sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), mantan Camat Parenggean Siyono akui dirinya menerima surat tugas dari 3 partai politik (parpol) dan dekat dengan John Krisli. 

"Saat ini saya dekat dengan bakal calon Bupati Jhon Krisli dari Partai Demokrat. Rekomendasi belum dapat tapi kami menerima surat tugas dari Demokrat, Golkar dan Gerindra," kata Siyono, Rabu, 17 Juli 2024.

Dirinya mengaku menjain komunikasi cukup dekat dengan Jhon Krisli dan berkomitmen berpasangan dengan polisi Partai Demokrat tersebut pada Pilkada Kotim 2024.

Meski demikian, saat ini dirinya terdaftar sebagai Anggota Partai Golkar juga akan mengikuti perintah partai bagaimana terbaik dalam mekanismenya pencalonannya nanti.

"Seandainya Golkar memasangkan dengan yang lain saya juga terima, tetapi saat ini Partai Golkar memang masih intens menjalin komunikasi dengan Demokrat," ujarnya. 

Ia mengakui dirinya belum menganyongi rekomendasi dari partai manapun. Meski gambaran saat ini sudah mengerucut ke partai Golkar.

"Karena saya juga sudah menerima kartu anggota partai Golkar. Yang dikeluarkan secara resmi setelah pensiun, diserahkan langsung oleh Ketua Partai Golkar Provinsi," imbuhnya. 

Siyono mengundurkan diri sebagai ASN dengan jabatan terakhir Camat Parenggean terhitung mulai 1 Juli 2024 saat masa kerjanya masih 5 tahun. Saat ini posisinya digantikan Sekretaris Camat setempat untuk menjadi pelaksana tugas.

Setelah 32 tahun bekerja di pemerintahan, keinginannya untuk ikut serta membangun Kotim sampai ujung pelosok desa sangat tinggi. Sehingga dirinya mendaftarkan diri sebagai bakal calon wakil bupati ke sejumlah parpol. 

--page

"Saya pengalaman sejak menjadi kepala desa membayangkan pembangunan dan kemajuan daerah bisa merata dari ujung ke ujung. Kalau visi misi saya akan melengkapi dari Bupati nantinya," ucapnya.

Dirinya berharap nantinya akan mendampingi calon bupati dari putera daerah untuk bersama mewujudkan pemerataan pembangunan.

"Terutama untuk menghitamkan Kotim dalam artian beraspal semua hingga desa," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)