KALIMANTAN Tengah kini mendapat perhatian istimewa dari pemerintah pusat. Setelah harian ini memberitakan harga daging melambung setinggi langit beberapa hari lalu, pemerintah pusat langsung sigap. Dalam dua hari, bantuan dari pusat langsung datang.
Bulog langsung mengirim ke Palangka Raya 1 ton daging beku, dan langsung digelontor ke pasar. Diberitakan, daging sebanyak 1 ton itu ludes dilahap konsumen dalam satu hari Operasi Pasar.
Harga daging di dua pasar besar di Palangka Raya kala itu memang fantastis. Di Pasar Besar di kota itu harga mencapai Rp160 ribu/kg. Sedangkan di Pasar Kahayan, mencapai Rp170 ribu/kg.
Sekali lagi, itulah mengapa daerah ini mendapat perhatian istimewa. Sebagaimana dikemukakan Kepala Divre Bulog Regional Kalteng, daerah ini ternyata mendapat kuota atau jatah 1 ton setiap hari selama dua pekan ke depan. Itu artinya, dalam dua pekan, mendapat alokasi 15 ton. “Kalau memang kurang, ya ditambah lagi jatah kita,” kata Taufan Akib, Kepala Bulog Kalteng.
Sekedar catatan, harga daging di kawasan ini sejatinya tak terlalu bergejolak. Di Sampit, harga masih berkisar antara Rp135 ribu hingga Rp140 ribu. Sedangkan di Pangkalan Bun harga daging mencapai Rp135 ribu. Tetapi mengapa di Palangaka Raya mencapai Rp170 ribu?
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Ngadiran memberi gambaran, melonjaknya harga daging itu akibat ulah mereka yang memiliki kekuatan. Yaitu kekuatan mengatur harga dan pasokan pangan di pasar.
Pengendalian terhadap harga pangan di pasar dilakukan dengan membatasi jumlah pasokan yang dijual, sehingga menyebabkan naiknya harga komoditas pangan. "Mereka itu namanya para kartel, para konglomerat yang memanfaatkan kesempatan. Pas orang lagi butuh dikeluarkan barangnya sedikit-sedikit, sudah 2 hari 3 hari keluarin dikit-dikit harganya naik, nanti keluarin dikit harganya naik," papar Ngadiran sebagaimana dikutip media massa.
Yang penting dicatat dan dipertanyakan, benarkah konsumen Kota Palangka Raya sanggup melahap daging 1 ton sehari? Padahal kita tahu, warga kota cantik itu bukan pemakan daging, melainkan pemakan ikan.
Pemerintah pusat membuat kalkulasi, jatah 15 ton daging itu rupanya untuk satu provinsi. Karena itu, kita berharap, Bulog segera bergerak menjajakan daging itu ke daerah-daerah. Sebelum harga bergejolak. Sebelum para pelaku pasar membuat ulah!








