BORNEONEWS, Sampit - KPU Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar media gathering jalin silaturahmi dan pererat sinergitas bersama wartawan jelang Pilkada 2024.
"Alhamdulillah hari ini kita bersama-sama menghadiri media gathering untuk menjalin silaturahmi dan sosialisasi pilkada gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah serta Bupati dan Wakil Bupati Kotim," kata Ketua KPU Kotim Muhammad Rifqi, Rabu, 17 Juli 2024.
Kegiatan tersebut digelar di Jalan Sawit Raya dengan menghadirkan narasumber perwakilan dari Polres Kotim, Ketua Bawaslu Kotim Muhammad Natsir, Wakil Ketua PWI Kotim Agus Jaka Purnama, dan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan, Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kotim Wendy.
Lanjut Rifqi, media memiliki peran penting untuk memberi informasi dan edukasi tentang Pilkada kepada masyarakat. Langkah ini merupakan salah satu bagian upaya peningkatan partisipasi pemilih.
"Kita tahu media sosial saat ini semua orang dapat mengakses dan rawan gaduh sehingga media berperan menyajikan informasi dengan sumber akurat," ujarnya.
--page
Ia berharap, sinergisitas KPU dengan media terus berjalan untuk menjaga kepercayaan publik sehingga hasil pemilihan berkualitas dan dapat dipertanggung jawabkan.
Sementara itu Wendy, mengatakan pilkada serentak tahun ini kegiatannya sangat singkat dan waktu efektifnya tersisa 4 bulan. Tahapan Pilkada ini sudah dimulai sejak 20 Januari 2024, meski baru sekarang ini terlihat.
Saat ini tahapan yang sedang berlangsung yaitu pendataan pemilih yang kemudian akan dilanjutkan dengan pencalonan, yang mana di Kotim tidak ada calon perseorangan. Kemudian pada tanggal 27-29 Agustus 2024 masa pendaftaran pasangan calon yang akan dilanjutkan dengan penelitian persyaratan paslon selama sebulan yakni sejak 27 Agustus hingga 21 September 2024 dan nantinya akan ditetapkan paslon pada tanggal 22 September 2024.
"Partisipasi masyarakat pada Pilkada 2020 lalu berada di 66,8 persen, maka harapannya pada tahun 2024 ini berdasarkan target dari Provinsi Kalteng yaitu 80 persen, untuk di Kabupaten paling tidak di atas 70 persen yaitu 77 persen. Untuk itu kami harapkan kawan-kawan media dapat membantu mensosialisasikan kepada masyarakat agar dapat meningkatkan parsipasi pemilih," ujar Wendy. (DEWI PATMALASARI/Y)









