BORNEONEWS, Palangka Raya - Harga daging sapi di Kalimantan Tengah (Kalteng) terus ditekan. Stok daging murah yang lepas melalui operasi pasar (Opsar) dalam keadaan cukup dan mampu mencukupi kebutuhan selama Ramadan. Bahkan kalau ternyata kurang pun, tambahan stok siap datang.

“Selama Ramadan kami dikasih kuota 15 ribu kg atau 15 ton. Tetapi kalau memang kurang ya ditambah lagi jatah kita,” ungkap Kepala Divre Badan Urusan Logistik (Bulog) Regional Kalteng Taufan Akib kepada Borneonews.

Karena jatah yang fleksibel itulah, Taufan menegaskan, sebenarnya pihaknya menargetkan satu ton daging beku dari pemerintah pusat itu ludes dalam sehari. Dengan demikian, dua pekan akan habis jatah Kalteng dan pihaknya bisa meminta kembali. Tapi kenyataannya tidak sampai habis.

“Kita upayakan perhari  satu ton itu habis, tapi kenyataannya di lapangan tidak sampai segitu. Masyarakat sih antusias, tapi penyebarannya terlalu jauh-jauh di Kalteng ini untuk datang ke wilayah pengambilan,” katanya.

Jatah 15 ton itu, sebenarnya untuk seluruh Kalteng.  Tetapi sementara ini, lanjut Taufan, pelaksanaann masih terpaku di Palangka Raya, itu karena  terkendala penyimpanan daging sapi beku tersebut.

Secara terpisah sebelumnya, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Kalteng, Syahrin Daulai menyebut, digelontornya daging sapi dari Jakarta seharga Rp80 ribu per kg itu mampu memberi efek terapi pasar. Yang tadinya mencapai Rp170 ribu per Kg kini turun kembali di kisaran Rp115 ribu. (ROZIKIN/*)