BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Divisi Regional (Divre) Badan Urusan Logistik (Bulog) Kalteng Taufan Akib mengatakan, sejauh ini operasi pasar untuk daging sapi yang digalakkan pemerintah pusat untuk menekan harga di pasaran yang terus melonjak berjalan lancar.

Hanya saja, menurut Taufan, kurang bisa menjangkau ke seluruh daerah di Kalteng akibat terkendala ruang penyimpanan daging beku yang didatangkan dari luar negeri terutama Australia tersebut. Sehingga, target penyebaran daging tersebut masih di seputar Palangka Raya saja.

“Pelaksanaan masih terpaku di Palangka Raya, itu karena  terkendala penyimpanan daging sapi beku tersebut,” ujarnya.

Karena daging sapi yang dijual lebih murah dari harga pasaran, Ia berharap animo masyarakat untuk membeli daging di operasi pasar yang digelar sejak Rabu (8/6/2016) itu semakin tinggi. Efek yang dikejar, harga daging sapi bisa normal bahkan turun.

Ia bercerita, pada dua hari pertama mulai operasi pasar, sempat diisukan kehabisan stok. Padahal stok Palangka Raya yang dipusatkan di Pasar Kahayan masih ada.

“Waktu kemarin itu ludes 750 Kg, dan yang di Panarung saja yang sudah habis, tapi stok masih ada di Pasar Kahayan. Kalaupun suatu hari misalnya habis, kita akan datangkan, karena jatah kita 15 ton dan masih bisa minta ditambah,” terangnya.

Secara terpisah sebelumnya, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Kalteng, Syahrin Daulai juga menyebut kendala penyimpanan tersebut. Sehingga meskipun sebenarnya Kalteng mendapat jatah dua ton sekali pengiriman dari pemerintah pusat di Jakarta, akibat penyimpanan terbatas sehingga hanya meminta satu ton kedatangan perhari. (ROZIKIN/m)