BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Salah satu objek wisata di Indonesia yang secara rutin dikunjungi para wisatawan mancanegara dan dalam negeri adalah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang terletak di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Provinsi Kalimantan Tengah.
Gandrungnya wisatawan mengunjungi salah satu taman nasional di Indonesia ini karena TNTP sejak lama dikenal sebagai salah satu tempat terbaik di dunia untuk melihat Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di habitat aslinya.
Agar para calon wisatawan yang berniat mengunjungi Kabupaten Kobar dan berwisata ke TNTP guna melihat primata yang keberadaannya sudah terkenal di dunia internasional ini, disarankan agar jauh-jauh hari merencanakan jadwal perjalanannya.
Hal ini bertujuan agar perjalanan wisata tersebut bisa berlangsung lancar sesuai jadwal sehingga wisatawan bisa menikmati petualangan wisata dengan menyenangkan.
Rencanakan perjalanan wisata jauh hari
Fery Chandra, seorang pelaku bisnis wisata di Kabupaten Kobar, menjelaskan bahwa agar perjalanan wisata bisa berlangsung lancar, sebaiknya hal tersebut direncanakan jauh-jauh hari. Pasalnya, dalam satu tahun terdapat bulan-bulan tertentu di mana kunjungan wisatawan mancanegara dan dalam negeri tergolong sangat tinggi atau yang biasa dikenal dengan istilah Peak Season.
--page

“Siklus kunjungan wisatawan setiap tahun biasanya dimulai pada bulan Mei. Kunjungan akan semakin bertambah pada bulan Juni dan jumlah wisatawan mencapai puncak pada bulan Juli dan Agustus. Setelah itu kunjungan perlahan mulai berkurang pada bulan September dan terakhir bulan Oktober. Walau demikian, kunjungan wisatawan di luar bulan yang disebutkan tadi tidak ada, namun jumlahnya tidak sebanyak pada bulan-bulan tersebut,” jelas Fery Chandra, owner PT. Borneo Wisata Permai / www.redapeindonesiaexplorer.com yang dijalankannya bersama rekannya Harry Eko Purwanto.
Sehingga menurut Fery Chandra, bila saat peak season ada calon wisatawan yang menghubungi berbagai pelaku bisnis wisata untuk berkunjung ke TNTP, bisa dipastikan sudah tidak bisa terlayani.
“Karena bila kita lihat wisatawan terutama dari mancanegara biasanya sebelum datang untuk berwisata ke TNTP, mereka sudah menghubungi agen perjalanan sejak setahun sebelumnya dan minimal 6 bulan. Sehingga sudah bisa dipastikan jadwal penerbangan, waktu perjalanan wisata, dan kapan mereka kembali,” jelas Fery Chandra.
Perencanaan perjalanan sejak jauh hari ini, menurut Fery Chandra, berhubungan dengan ketersediaan kelotok wisata yang mengantarkan wisatawan dalam perjalanannya mengunjungi TNTP.

“Lantaran perjalanan menyusuri Sungai Sekonyer menuju TNTP, kemudian menginap di kelotok wisata inilah yang biasanya menjadi salah satu tujuan para wisatawan, selain tentunya melihat orangutan. Kemudian dalam kunjungan berwisata ke TNTP salah satu syaratnya adalah wisatawan tersebut harus didampingi oleh guide atau pemandu wisata. Karena lokasi yang dikunjungi adalah taman nasional yang menjadi habitat orangutan. Sehingga memerlukan prosedur tertentu untuk mengunjunginya agar keberadaan wisatawan tidak malah berdampak negatif pada taman nasional tersebut,” jelas Fery Chandra.
--page
Fery Chandra menggambarkan perbandingan jumlah trip atau perjalanan wisatawan pada peak season berkisar antara 2 hingga 3 kali per bulan.
“Kemudian untuk satu kali trip waktu perjalanan berkisar antara 3 hari 2 malam atau 4 hari 3 malam. Sehingga hal tersebut berpengaruh pada ketersediaan kelotok wisata yang mengantarkan para wisatawan dalam perjalanannya,” jelas Fery Chandra.
Kenapa Juni-Agustus merupakan peak season kunjungan wisatawan?
Pelaku bisnis wisata lainnya di Kabupaten Kobar, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa puncak kunjungan wisatawan mancanegara antara bulan Juli - Agustus, lantaran pada bulan tersebut di rata-rata negara di Benua Eropa sedang dalam masa libur musim panas.
“Jadi masa tersebut dimanfaatkan masyarakat di Eropa untuk berlibur ke berbagai negara, salah satunya ke Indonesia. Sehingga sejak jauh hari mereka sudah merencanakan perjalanan wisata dan menghubungi agen wisata untuk mengakomodir perjalanan wisata mereka. Karena sudah sejak jauh hari agen wisata melakukan koordinasi dengan kami sebagai pelaku bisnis wisata di Kabupaten Kobar, sehingga bisa dipastikan para wisatawan tersebut sudah mendapatkan slot kelotok dan jadwal perjalanan yang jelas dan liburan mereka berlangsung lancar,” jelas Ahmad Yani yang merupakan owner agen wisata PT. Borneo Hijau Persada / www.orangutantravel.com.

Menurut Ahmad Yani, bila ada calon wisatawan yang menghubungi pelaku bisnis wisata di Kobar saat peak season, bisa dipastikan mereka tidak mendapatkan slot atau jadwal perjalanan.
--page
“Pada bulan Juni dan Juli ini lebih dari 30 calon klien dari dalam dan luar negeri terpaksa tidak bisa kami layani lantaran padatnya jadwal kunjungan. Lantaran mereka mengirimkan email berkisar antara 2 minggu sebelum rencana kunjungan ke Kobar. Paling aman minimal 6 bulan sebelumnya, calon wisatawan menghubungi kami. Sehingga bisa dicarikan jadwal berwisata yang telah disesuaikan dengan ketersediaan jadwal penerbangan,” jelas Ahmad Yani.
Sehingga, menurut Ahmad Yani, wisatawan yang datang ke Kobar dan berniat berkunjung ke TNTP secara mandiri tanpa melalui agen perjalanan bisa dipastikan tidak mendapatkan jadwal slot kelotok wisata dan guide.
“Pastinya hal ini bakal mengurangi kenyamanan mereka dalam berwisata. Karena bila tidak didampingi guide untuk mengunjungi TNTP, bisa dipastikan wisatawan yang bersangkutan tidak akan bisa melakukan wisata ke taman nasional tersebut akibat tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku,” jelas Ahmad Yani.

Selain itu, menurut Ahmad Yani, kenapa pada bulan tersebut terjadi peak season, lantaran saat itu masih belum terjadi musim buah hutan di TNTP.
“Karena saat musim buah, biasanya orangutan dengan mudah mendapatkan berbagai buah-buahan yang menjadi makanan mereka secara langsung di hutan. Sehingga keberadaan mereka di feeding station yang berada di Camp Leakey TNTP juga berkurang. Namun saat belum musim buah, ketersediaan makanan mereka di hutan juga lebih sedikit. Jadi saat itu banyak orangutan yang berdatangan ke feeding station untuk mengambil buah yang disediakan oleh petugas taman nasional pada jam yang telah ditentukan setiap hari. Jadi para wisatawan bisa dengan mudah menemui orangutan dengan jumlah yang banyak, mengambil jatah buah-buahan yang disediakan petugas,” jelas Ahmad Yani.
--page
Awal dan jelang berakhirnya peak season waktu terbaik mengunjungi TNTP
Ahmad Yani juga memberikan solusi bagaimana para wisatawan yang berniat mengunjungi TNTP namun tidak melakukan booking jauh-jauh hari melalui agen wisata di negaranya masing-masing.

“Sebaiknya para wisatawan tersebut bisa datang saat awal dan jelang berakhirnya peak season, antara bulan Mei atau bulan September dan Oktober. Saat itu kunjungan wisatawan terutama dari mancanegara dan dalam negeri sudah mulai berkurang, orangutan juga masih banyak yang datang ke feeding station untuk mendapatkan buah-buahan yang menjadi makanannya. Lantaran saat itu juga masih belum musim buah,” jelas Ahmad Yani.
Selain itu, menurut Ahmad Yani, terutama pada bulan September dan Oktober di Kabupaten Kobar juga terdapat banyak agenda kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemkab Kobar.
“Seperti yang kita ketahui bersama, banyak kegiatan digelar jelang dan saat berlangsungnya HUT Kabupaten Kobar, tanggal 3 Oktober setiap tahun. Kegiatan yang biasanya digelar untuk memperingati hari jadi Kabupaten Kobar di antaranya pawai Nasi Adab dan berbagai event lainnya. Jadi selain menikmati perjalanan wisata alam di TNTP, wisatawan juga berkesempatan menikmati beragam kegiatan di dalam kota Pangkalan Bun saat HUT Kobar,” jelas Ahmad Yani. (WAHYU KRIDA/J)









