PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Berdasarkan analisis statistik dan ketahanan pangan daerah terungkap bahwa terdapat  39 desa di Kabupaten  Kotawaringin Barat (Kobar) yang terancam rawan pangan. 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Litbang  (Bappedalitbang) Kobar, Juni Gultom, Kamis, 18 Juli 2024 mengatakan apa saja faktor yang ditenggarai menjadi penyebab terjadinya potensi tersebut.

"Beberapa faktor yang menjadi penyebab adana potensi tersebut yaitu tingginya tingkat ketergantungan pangan Kabupaten Kobar dengan daerah lain masih tergolong cukup tinggi. Karena hampir 97 persen pasokan beras yang beredar di pasaran  didatangkan dari luar daerah, sisanya dari produksi pertanian yang ada di tiap kecamatan," jelasnya.

Kemudian faktor selanjutnya yaitu ketidakmampuan desa untuk memenuhi pangan di desanya. "Seperti kita ketahui kita ketahui lebih dari 90 persen lebih kita mendatangkan pangan dari luar pulau. Sedangkan produksi beras kita hanya mampu di produksi  sekitar 3 persen yang mampu kita produksi sendiri,” jelasnya.

Selain it kondisi ini diperparah dengan berkurangnya luas lahan pertanian sawah dari tahun ke tahun.

"Saat ini hanya ada beberapa desa yang masih menjadi lumbung beras, di antaranya Desa Teluk Pulai, Desa Berambai Makmur, Desa Sabuai Timur dan Sungai Cabang," jelasnya.

Juni Gultom menambahkan, dari  analisis tersebut harapannya perlu menjadi perhatian dinas terkait di Kabupaten  Kobar kedepan.

--page

"Sekarang inu Dinas Pertanian sudah mengkaji lahan pangan berkelanjutan, sehingga food estate di Kobar nanti bisa terwujud dengan baik. Kondisi yang dijelaskan tadi merupakan salah satu isu strategis ke depan yaitu ketahanan pangan daerah yang perlu dimasukan dalam rencana pembangunan kita,” jelasnya. (WAHYU KRIDA/R)