KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Belasan inovator dari berbagai perangkat daerah di Kabupaten Gunung Mas ikut penilaian lomba inovasi daerah yang dilaksanakan di aula Bapperida, Kamis, 18 Juli 2024.

"Inovasi di segala bidang adalah penyumbang utama lahirnya peradaban baru. Tanpa inovasi, tentunya segala dinamika masih berkutat di dalam peradaban terbelakang dan tradisional," kata Pj Bupati Gunung Mas Herson B Aden, Kamis, 18 Juli 2024.

Dalam konteks pemerintah daerah, inovasi berdampak bagi kemajuan suatu daerah. Kata Herson, daerah yang tidak berinovasi akan tertinggal jauh dibanding daerah lain.

Inovasi daerah merupakan sarana pemerintah untuk mendorong terciptanya penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan masyarakat yang lebih produktif, efisien dan efektif.

"Melihat pentingnya inovasi, maka inovasi harusnya menjadi budaya yang terus dipupuk demi kemajuan daerah ini," tukas orang nomor satu di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau itu.

--page

Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Gunung Mas Yantrio Aulia menjelaskan ada 15 inovator yang ikut dalam penilaian lomba inovasi daerah Gunung Mas tahun 2024. "Inovator tersebut berasal dari berbagai perangkat daerah dan UPT di bawahnya," jelas Yantrio.

Ada dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mengirimkan 2 inovator, Dinas Kesehatan ada empat inovator yang berasal dari 2 Puskesmas Tewah,1 Puskesmas Tampang Tumbang Anjir dan 1 inovator dari Puskesmas Rebambang.

Kemudian 2 inovator dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpoara), 1 inovator dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP), 1 dari Dinas Pegendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP2KBP3A), 1 Badan Kesbangpol, 1 inovator dari Dinas Pekerjaan Umum, 1 dari RSUD Kuala Kurun dan 1 inovator dari Kecamatan Tewah. (RISKA YULYANA/Y)