BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menganggap blusukan itu, perkara sunnah. Yang wajib itu, merealisir janji-janji kampanye. Itu salah satu poin menarik dari diskusi di sela sahur bersama Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran dengan para jurnalis.
Para jurnalis menyoroti langkah berani sang gubernur melakukan inspeksi mendadak (sidak). Sejak resmi menjabat, 25 Juni 2016, Gubernur Sugianto sudah blusukan ke beberapa tempat. Antara lain, Bank Kalteng, Samsat Kalteng, sejumlah ruas jalan provinsi dan nasional, juga sejumlah pelabuhan termasuk pelabuhan liar.
"Itu hal biasa dan perkara kecil saja. Sebab hal perkara besar dan berat bagaimana melaksanakan visi dan misi saat kampenye dulu bisa berjalan segera. Kalau masalah blusukan, itu sunnah saja. Yang wajib dan berat melaksanakan janji saat kampenye mencalonkan diri dulu. Itu pertanggungjawabannya dua pihak sekaligus, kepada rakyat Kalteng dan kepada Tuhan yang maha kuasa,” ungkap Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, Minggu (12/6/2016).
Pesan ke Media
Sugianto mengingatkan kepada dua pihak yang diharapkannya memberikan informasi sahih dan bermanfaat mengontrol kebijakannya, yaitu peran media dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), tetapi yang benar-benar menjalankan fungsinya dengan baik.
“Tonggak pembangunan itu adalah di media dan LSM. Sebab kedua pihak inilah sebagai telinga pemerintah dalam fungsi kontrol. Kalau informasi dari mereka biasanya memberikan fakta lapangan yang bagus. Berikan informasi yang apa adanya,” pesan Gubernur.
Yang menarik, ketika wartawan berpamit pulang usai diskusi sederhana pasca Sholat Subuh di Istana Isen Mulang itu, Gubernur justru berada di depan dari yang berpamitan. Ya, Gubernur muda ini mengantarkan sampai pintu,sebagai penghormatan kepada tamunya. (M. MUCHLAS ROZIKIN/N).








