BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pj Bupati Gunung Mas Herson B Aden menjelaskan bahwa sebuah inovasi bisa meningkatkan Indeks inovasi suatu daerah.
"Selain sebagai pemacu budaya inovasi di Kabupaten Gunung Mas, lomba inovasi merupakan salah satu cara meningkatkan indeks inovasi Kabupaten Gunung Mas yang penilaiannya dilakukan setiap tahun oleh Kemendagri atau yang dikenal dengan Innovarive Government Award (IGA)," kata Herson, Kamis, 18 Juli 2024.
Dikatakan, pada tahun 2021 Kabupaten Gunung Mas berada pada urutan ke-345 dari 415 Kabupaten Kota dengan predikat tidak inovatif. Pada tahun 2022 peringkat Gunung Mas naik menjadi 159 dengan kategori inovatif. Namun pada tahun 2023 peringkat kita turun ke 325 atau kurang inovatif.
Naik turun peringkat menandakan penerapan inovasi di Kabupaten Gunung Mas belum konsisten. Iklim inovasi belum menjadi budaya ditempat kerja dan mungkin kita belum sadar apa yang selama ini dilakukan adalah sebuah inovasi.
"Salah satu upaya memupuk budaya inovasi di Kabupaten Gunung Mas adalah dengan memberi ruang yang sebesar-besarnya terhadap penciptaan ide-ide yang inovatif dan memberikan penghargaan pada inovasi-inovasi yang telah dilaksanakan," jelasnya.
--page
Itu sebabnya setiap tahun lomba inovasi perangkat daerah dilakukan dengan cakupan yang lebih luas dari tahun-tahun sebelumnya dan melibatkan pemerintah desa.
"Kembali saya ingatkan, bahwa tanpa inovasi kita akan tertinggal karena kita hanya disibukkan dengan pekerjaan yang monoton setiap hari, bulan bahkan tahun. Inovasi tidak sesulit yang kita bayangkan, perubahan cara kerja menjadi lebih efektif dan efisien dengan metode baru yang Bapak/Ibu terapkan sudah merupakan inovasi," tukasnya. (RISKA YULYANA/Y)









