BORNEONEWS, Kasongan - Pemerintah Kabupaten Katingan menyiapkan berbagai macam bibit tanaman pertanian bagi warga yang terkena dampak pembangunan jalan dari Hampangen, Kecamatan Tasik Payawa,n ke Kecamatan Mendawai.

Puluhan warga pemilik lahan atau tanah dari tiga kecamatan, yaitu Tasik Payawan, Kamipang dan Kecamatan Mendawai menghadiri rapat membahas penanganan penyelesaian lahan milik masyarakat yang terkena pembangunan jalan Hampanhen-Mendawai di ruang rapat bupati setempat, Senin (13/6/2016), 

Rapat dipimpin Asisten I Setda Katingan Jainudin Sapri didampingi Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan, Dedi Feras.

Kemudian hadir Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Alyono, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Hap Baperdo dan puluhan perwakilan warga dari tiga kecamatan itu.

"Pada intinya kami para pemilik lahan yang terkena maupun akan terkena dampak pembangunan jalan Hampangen-Mendawai ini setuju menyerahkan sebagian tanah kami. Tetapi kami usul bagaimana dengan tanaman kami yang ada," tanya Udin perwakilan pemilik lahan.

Menurutnya, selain sawit, tidak jarang warga pemilik lahan yang terkena pembangunan jalur jalan itu ditanami karet maupun tanaman lainnya.

Usulan warga pemilik lahan tersebut kemudian dimusyawarahkan bersama baik perwakilan pemilik lahan dan pemerintah.

"Jadi kesimpulannya pemerintah Kabupaten Katingan melalui dinas terkait akan menyiapkan bibit bagi warga yang sebagian tanahnya terkena pembangunan jalan Hampangen-Mendawai," ujar Asisten I Jainudin Sapri.

Kepala Dinas PU Katingan Alyono mengucapkan terima kasih kepada warga yang rela menyerahkan sebagian tanahnya untuk pembangunan jalan Hampangen-Mendawai sepanjang kurang lebih 167 Km itu.

"Terima kasih atas dukungan masyarakat, sebab jalan Hampangen-Mendawai itu ditunggu banyak masyarakat," kata Alyono. (ABDUL GOFUR/m)