SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Muhammad Abadi mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba-coba untuk mengkonsumsi tanaman atau buah Kecubung yang dapat menyebabkan mabuk dan halusinasi.

Abadi menyebutkan, para orang tua yang memiliki anak atau masyarakat harus waspada terhadap peredaran tanaman atau buah kecubung. Pasalnya buah kecubung sangat berbahaya dan dapat berdampak terhadap kesehatan bahkan dapat merenggut nyawa.

"Tentunya kami mengimbau kepada masyarakat khususnya kepada para orang tua yang memiliki anak remaja untuk tidak mengkonsumsi buah kecubung atau zat-zat yang berbahaya yang bisa menyebabkan mabuk atau berhalusinasi," kata Muhammad Abadi, Jumat, 19 Juli 2024.

Ia pun melanjutkan, imbauan tersebut bukan tanpa alasan, belakangan ini sedang ramai sejumlah warga dari Sembuluh Kabupaten Seruyan yang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Murjani Sampit lantaran mabuk buah kecubung sehingga menyebabkan korbannya berhalusinasi dan berbicara tidak karuan.

Atas kasus tersebut, dirinya meminta pemerintah dan Aparat Penegak Hukum (APH) serta masyarakat untuk memasifkan gerakan pencegahan untuk menekan buah kecubung menyebar lebih luas lagi di Kabupaten Kotim.

--page

"Ini harus diatasi segera, jangan sampai sudah menyebar secara luas baru bertindak. Karena efek dan dampak dari buah tersebut sangat membahayakan," Ucapnya

Selain itu, dirinya juga meminta pemerintah daerah beserta APH dan pihak terkait agar dapat mengintensifkan sosialisasi dalam rangka mengedukasi masyarakat atas bahaya konsumsi buah kecubung.

Masyarakat harus mengetahui bahaya yang mengintai apabila mengkonsumsi buah kecubung tersebut. Jangan sampai snak-anak kita atau generasi muda kita terjebak dengan obat-obatan atau zat-zat berbahaya.

"Jangan sampai generasi muda kita terjebak dalam penyalahgunaan buah tersebut. Oleh sebab itu, masyarakat harus diberi pemahaman terhadap akibat yang mengintai mengkonsumsi buah kecubung," katanya. (Ari)