BORNEONEWS, Palangka Raya - Komunitas Kantong Berbagi Senyum mungkin menjadi salah satu komunitas yang namanya sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Palangka Raya.
Ketua Kantong Berbagi Senyum Dodi mengatakan, usia Kantong berbagi senyum ini sudah lebih dari 5 tahun dan sedang jalan 6 tahun atau bisa dikatakan dibentuk sejak tahun 2018 silam.
Dodi mengatakan, terbentuknya Komunitas Kantong Berbagi Senyum ini berawal dari sekedar silaturahmi dengan teman - temannya setiap hari Jumat kemudian menyisihkan uang bersama untuk berbagi ke masyarakat dan panti asuhan.
"Kegiatan awal Komunitas Kantong Berbagi Senyum ini adalah berbagi nasi bungkus kepada masyarakat setiap Jumat dengan tema Jumat berkah," katanya, Jumat, 19 Juli 2024.
Karena rutin melakukan kegiatan berbagi setiap Jumatnya, akhirnya dengan kesepakatan kawan - kawan lintas profesi untuk membentuk semacam komunitas berbagi yaitu komunitas kantong berbagi senyum.

"Kenapa namanya Kantong Berbagi senyum, karena harapan kami semoga yang mendapatkan bantuan ini bisa selalu tersenyum dan berkah bagi semua," ungkapnya.
Dodi menyampaikan, untuk kegiatan berbagi ini sudah pihaknya lakukan hampir di seluruh daerah Palangka Raya, bahkan pihaknya pernah ikut serta membagikan bantuan ke katingan, dan beberapa kabupaten.
Menurutnya komunitas ini dibentuk karena pihaknya ingin berbagi, bukan hanya melihat yang dibantu tapi pihaknya juga ingin melihat apa yang bisa kami berikan dengan bermanfaat bagi orang.
Ia menjelaskan untuk donatur komunitas ini bukan berasal dari kalangan organisasi bukan juga dari pengusaha tapi dari kawan - kawan anggota Kantong Berbagi Senyum dan beberapa dari masyarakat.
Akan tetapi antaranggota menyisihkan uang Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu, kemudian uang yang terkumpul akan dibelikan paket sembako senilai Rp 300 ribu yang berisi kebutuhan pokok dari gula, kecap, minyak, beras dan lain sebagainya.
Lebih lanjut pria yang berprofesi sebagai jurnalis ini mengatakan donatur tidak hanya dari Palangka Raya, namun ada juga teman - teman dari Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
"Alhamdulillah sampai saat ini setiap jumat kami bisa selalu berbagi, walaupun tidak banyak satu sampai tiga paket," tuturnya.
Sambungnya untuk penerima bantuan pihaknya mendapat informasi dari masyarakat, media sosial Kantong Berbagi Senyum, Ketua Rukun Tetangga dan dari Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT).

Dodi menyampaikan, untuk bantuan yang diserahkan tidak langsung diserahkan pada hari menerima laporan akan tetapi, pihaknya mengumpulkan dana terlebih dahulu, saat dirasa dana cukup baru melakukan penyaluran.
"Penyaluran paket sembako kami sempat tertunda akibat dana yang tidak cukup untuk membeli tiga paket sembako, sehingga kegiatan berbagi ditunda hingga Jumat depan."
Dodi berharap Kantong Berbagi Senyum bisa terus membantu masyarakat dan semoga kedepannya bukan hanya satu hingga tiga paket sembako tapi banyak paket sembako yang bisa dibagikan ke masyarakat. (PATHUR/j)









