BORNEONEWS, Kotim - Para penumpang yang ingin mudik melalui jalur transportasi laut mulai terlihat meningkat di Pelabuhan Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Peningkatan penumpang melalui Pelabuhan Sampit sudah terlihat sejak 8 Juni 2016, atau hari ketiga Ramadan 2016.

“Pada hari-hari normal setiap kali keberangkatan sekitar 400 penumpang - 500 penumpang. Tetapi kemarin sudah mencapai 800 orang penumpang,” jelas Kepala Operasi PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Sampit Taviv, saat memantau keberangkatan Kapal Binaiya tujuan Semarang, dengan jumlah penumpang 742 orang, Senin (13/6/2016).

Meningkatnya jumlah penumpang sejak awal Ramadan 1437 Hijriyah, karena para pemudik memperhatikan imbauan agar melakukan mudik sebelum H-7. Sebab apabila mudik di H-7 lebaran dikhawatirkan adanya lonjakan penumpang dan akan berdesak-desakan.

Taviv mengatakan, untuk penjualan tiket kapal laut PT Pelni sejauh ini lancar. Sebab, pihaknya sudah menerapkan sistem Departur Control System (DCS). Sistem ini tambahan monitoring penumpang, tujuannya untuk mencocokan semua data yakni identitas, jadwal berangkat, nama kapal yang akan ditumpangi.

Sehingga sebelum masuk terminal, calon penumpang harus melaporkan dulu di loket baru kemudian diberi boarding pass untuk masuk ke ruang tunggu. Melalui sistem ini, tiket yang tidak sesuai identitas diri akan ditolak.

“Melalui DCS itu pembelian tiket sesuai identitas diri. Sehingga penumpang langsung yang membeli tiket, tidak lagi melalui calo,” kata dia.

Sementara itu, untuk ketersedian tiket kapal laut PT Pelni saat ini masih ada sekitar 70 persen untuk hati-hari keberangkatan d luar H-7 lebaran untuk tujuan Sampit-Surabaya dan Sampit-Semarang. Namun untuk tiket H-7 lebaran, hanya tersisa sedikit tiket. Sedangkan tiket yang sudah habis terjual untuk keberangkatan pada tanggal 27 Juni, kemudian 1 dan 4 Juli.

“Untuk-untuk tanggal-tanggal yang sudah penuh itu, kapasitas penumpang sekitar 900 orang. Kami sesuai ketentuan saja dan tidak berani menambah,” ujar Taviv. (M. RIFQI/N).