BORNEONEWS, Kuala Kurun - Nadia Afifah, perempuan yang berusia 18 tahun asal Kabupaten Gunung Mas ini telah dinobatkan sebagai Duta Genre Kalimantan Tengah tahun 2024.
Dirinya telah mengikuti berbagai kegiatan dan seleksi/tes yang dilaksanakan pada 11-13 Juli 2024, ada kegiatan mengajar di sekolah-sekolah, menjawab pertanyaan dari juri, tes wawancara, hingga psikotes. Pada malam puncak Nadia disuguhkan pertanyaan dari dewan juri dan dijawab di hadapan banyak orangorang hingga dirinya dinobatkan sebagai Duta Genre Kalimantan Tengah 2024.
"Saya bersyukur bisa dinobatkan menjadi Duta Genre Kalimantan Tengah 2024. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang seperti Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, kedua orangtua saya dan adik-adik yang telah memberikan dukungan doa dan masukan untuk saya," ujar Nadia, Sabtu, 20 Juli 2024.
"Tanpa adanya dukungan, doa dan masukan dari semua pihak termasuk kedua orang tua dan keluarga, mungkin tidak akan ada seorang Nadia yang berhasil berdiri dengan Kokoh dan kuat dalam melewati tantangan dan fase-fase terberat dalam hidup," imbuh Nadia.
Usai dinobatkan sebagai Duta Genre Provinsi Kalimantan Tengah 2024, Nadia sudah menyiapkan sejumlah program kerja untuk mengajak pemuda Kalteng menjadi lebih berencana. Program yang dimaksud yakni eduka, gemar, mini podcast meaningful participation (MP), dan salad buah anti anemia.
--page
"Rencananya, program kerja yang sudah saya jalankan di Kabupaten Gunung Mas, akan tetap saya jalankan namun kali ini skalanya lebih luas tidak hanya untuk Gumas saja namun di berbagai kota di Kalimantan Tengah," jelasnya.
Program pertama yakni eduka, edukasi kerja sama remaja. Nadia menjelaskan, kegiatan ini mengajak remaja-remaja untuk bergabung dalam sebuah kegiatan bersama.
Kemudian ada gemar, Genre merangkul. Program ini kata Nadia yakni memberikan berbagai edukasi kepada teman-teman berkebutuhan khusus salah satunya terkait melindungi diri dari kekerasan seksual.
Melalui program itu, Nadia melakukan pendekatan kepada teman-teman berkebutuhan khusus secara perlahan dan bertahap terkait bagaimana mencegah kekerasan seksual dengan cara yang sederhana seperti, bagian tubuh mana yang boleh disentuh orang lain dan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain.
"Yang sudah saya lakukan yakni merangkul teman-teman berkebutuhan khusus di SLBN Kuala Kurun, saat ini ketika ditanya, mereka sudah paham bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh orang lain," paparnya.
"Ketika saya berkunjung ke kabupaten lain di Kalimantan Tengah, saya bisa mampir ke SLB yang ada di wilayah setempat untuk memberikan edukasi serupa," imbuhnya.
Lalu ada program mini podcast MP yang sudah Nadia laksanakan bekerja sama dengan Radio Hamauh Kabupaten Gunung Mas dan disiarkan setiap Hari Selasa.
Banyak hal yang dibahas dalam podcast tersebut dan dirinya mengundang narasumber dari berbagai sektor dan bidang, misalnya narasumber dari RSUD Kuala Kurun, ada seorang psikiater dan lainnya.
--page
"Saat mini podcast MP berlangsung, saya juga live di Instagram. Sehingga teman-teman di luar Kabupaten Gunung Mas juga bisa mendengarkan ilmu yang dibagikan saat itu," ungkapnya.
Terakhir ada salad buah anti anemia. Salad buah ini resep yang dibuat sendiri oleh Nadia yang isinya terdapat bermacam-macam buah dicampur dengan yogurt tanpa pemanis tambahan. Tujuannya mengajak pemuda untuk lebih tertarik makan buah-buahan dengan cara yang lebih menarik dan kekinian.
"Saya sudah pernah membagi-bagikan salad buah anti anemia ini ke teman-teman di SMPN 6 Kuala Kurun dan SMPN 1 Kurun," kata Nadia.
"Nantinya ketika mengunjungi ke daerah lain di Kalimantan Tengah, resep salad buah anti anemia itu bisa saya bagikan ke teman-teman remaja di daerah tersebut atau bisa juga diadakan aksi membuat salad buah anti anemia bersama-sama," imbuhnya.
Lebih lanjut, dalam kesempatan itu, Nadia mengajak teman-teman generasi muda di Kabupaten Gunung Mas dan di Kalimantan Tengah untuk mempersiapkan masa depannya sejak dini dengan melakukan berbagai aktifitas positif dan mengembangkan potensi yang dimiliki. (RISKA YULYANA/R)









