BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari hasil deteksi dini Pemetaan Risiko Berbasis Analisis Dini (PERISAI), kondisi Kota Cantik pada Sabtu 20 Juli 2024, menunjukkan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah sangat tinggi, yang ditandai dengan warna merah.
Menyikapi hal tersebut, Budi meminta masing-masing tim di kelurahan untuk melakukan patroli di daerah rawan karhutla. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat mengancam wilayah tersebut.
Dalam upaya pencegahan bencana, BPBD Palangka Raya mengajak seluruh masyarakat untuk mengenali ancaman yang ada dan berperan aktif dalam mengurangi risikonya.
"Masyarakat kami imbau untuk selalu waspada dan mempersiapkan diri dalam menghadapi situasi darurat," kata Budi.
Saat ini kesadaran akan bencana menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan diri dan lingkungan sekitar. Dengan menggalakkan program kenali ancamannya,
Kurangi Resikonya, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi berbagai bencana yang mungkin terjadi.
BPBD Palangka Raya juga mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dalam menghadapi bencana. Kolaborasi antara instansi pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya diharapkan dapat memperkuat ketangguhan dalam menghadapi situasi darurat.
--page
Dengan semangat Siaga Bencana, Tanggap Bencana, Siap Untuk Selamat, diharapkan Palangka Raya dapat lebih siap dan mampu bertindak cepat dalam menghadapi potensi bencana yang dapat mengancam wilayah Palangka Raya.
"Langkah preventif dan responsif yang terencana dengan baik akan menjadi kunci dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan bersama dalam menghadapi maupun mencegah bencana," pungkasnya. (PATHUR/R)









